Saturday, 20 Safar 1441 / 19 October 2019

Saturday, 20 Safar 1441 / 19 October 2019

Ditanya Soal Kisruh Impor Beras, Ini Kata Mentan Andi Amran

Kamis 20 Sep 2018 13:43 WIB

Rep: Muhammad Fauzi Ridwan/ Red: Nidia Zuraya

Menteri Pertanian Amran Sulaiman (tengah) bersama Dirut Perum Bulog Budi Waseso (kedua kanan) dalam sebuah kesempatan bersama baru-baru ini.

Menteri Pertanian Amran Sulaiman (tengah) bersama Dirut Perum Bulog Budi Waseso (kedua kanan) dalam sebuah kesempatan bersama baru-baru ini.

Foto: Aprillio Akbar/Antara
Bulog menyebut pemerintah tak perlu impor beras lagi hingga Juni 2019

REPUBLIKA.CO.ID, LEMBANG -- Polemik harus dan tidaknya impor beras antara Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita dengan Dirut Perum Bulog Budi Waseso masih berlangsung. Saat dimintai tanggapannya mengenai kisruh impor beras ini, begini reaksi Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman.

Alih-alih memberikan tanggapan, Mentan Amran lebih memilih membahas tentang Kementerian Pertanian (Kementan) yang tengah menggencarkan gerakan ekspor produk hortikultura, pangan dan perkebunan. Bahkan, sepanjang 2017, ia mengklaim pertumbuhan ekspor mencapai 24 persen.

"Kita sekarang Kementan melakukan gerakan ekspor. Itu jauh lebih produktif. Kita sedang ekspor," ujarnya disela-sela acara Spektra Holtikultura di Balai Penelitian Tanaman dan Sayuran (Balitsa) Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Kamis (20/9).

Saat dikonfirmasi lebih lanjut, apakah impor tidak perlu, ia kembali menjelaskan bahwa pihaknya tengah fokus melakukan ekspor. Dengan harapan meningkatkan kesejahteraan petani dan pemasukan devisa lebih meningkat. "Kita sedang melakukan ekspor, ekspor, ekspor," katanya.

Dia kembali menegaskan, hingga akhir jabatannya pada 2019 mendatang akan lebih banyak berbicara ekspor produk-produk yang menjanjikan di sektor holtikultura, pangan dan perkebunan. Termasuk mendorong agar investasi di bidang pertanian terus bertambah.

Amran menambahkan, sejak dua tahun terakhir telah menyiapkan bibit holtikultura senilai Rp 5,5 triliun untuk ditanam. Kemudian telah berhasil dipanen sekarang dan diekspor ke 11 negara di seluruh dunia.

"Kami melakukan gerakan masif untuk ekspor komoditas pertanian. Ini momentum emas meningkatkan ekspor, 2017 meningkat ekspor 24 persen," ungkapnya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA