Selasa, 18 Sya'ban 1440 / 23 April 2019

Selasa, 18 Sya'ban 1440 / 23 April 2019

Bulog Usahakan Beras Kemasan Dijual Jelang Lebaran

Selasa 05 Jun 2018 16:59 WIB

Rep: Debbie Sutrisno/ Red: Friska Yolanda

Beras Karyan kemasan Bulog

Beras Karyan kemasan Bulog

Harga beras dijual Rp 2.500 per saset.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Perum Bulog tengah menyiapkan langkah strategis untuk menyalurkan beras kualitas dengan harga murah langsung ke masyarakat. Salah satu upayanya adalah mengucurkan beras curah kemasan dan beras renceng atau dalam bentuk saset. 

Kepala Perum Bulog Budi Waseso mengatakan sesegera mungkin program beras saset ini bisa disalurkan ke masyarakat dengan menjualnya di warung dan ritel. Nantinya, beras saset ini bisa menggunakan beras lokal yang ada di setiap divre.

"Mudah-mudahan sebelum Lebaran (bisa dijual) tapi saya cek dulu," ujar Budi Waseso di Istana Negara, Selasa (5/6).

Buwas, sapaanya, tidak menampik ada kesulitan membuat program beras saset berjalan serentak. Sebab untuk mencetak saset beras ini harus memiliki kesamaan mulai dari ukuran hingga kesiapan beras di daerah. Karena ketersediaan beras dengan jenis tertentu tidak bisa sama di semua divre bulog.

Dengan cara ini dia berharap tidak ada permainan yang bisa mengalihkan dari beras medium menjadi beras premium seperti yang sempat terjadi belakangan. Sebab untuk kemasan kecil seperti ini akan minim dioplos. Dengan cara ini pun Bulog berharap agar tatanan harga beras ke depan tidak berubah secara mendadak, walaupun sekarang mekanisme pasar tetap berjalan.

Menurut Buwas, hal ini juga bisa dilakukan pelaku usaha beras lain. Karena pada intinya Bulog mendorong agar semua masyarakat isa mengkonsumsi beras, dan gelisah dengan kelangkaan beras, sehingga membuat ada ketakutanan di masyarakat tidak bisa makan nasi.

Dengan membuat beras saset dari jenis premium, maka harga yang dipatok yaitu sekitar Rp 2.500. Jumlah beras dalam saset ini diprediksi bisa dibuat untuk tiga piring makan.

"Ke depan kami bicara yang medium. Yang penting jangan sampai ada komplain berasnya jelek," ujar Buwas.

Meski harganya terbilang murah, Buwas memastikan bahwa yang paling pentig adalah ketersediaan beras di semua daerah, bukan hanya sekadar mencari keuntungan.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA