Sunday, 16 Sya'ban 1440 / 21 April 2019

Sunday, 16 Sya'ban 1440 / 21 April 2019

Perwakilan FAO Beri Saran dalam Upaya Pengentasan Kemiskinan

Jumat 09 Mar 2018 08:10 WIB

Rep: Farah Noersativa/ Red: Andi Nur Aminah

Penurunan angka kemiskinan mengalami pelambatan

Penurunan angka kemiskinan mengalami pelambatan

Foto: Pandega/Republika
Indonesia butuh langkah-langkah besar untuk pengentasan kemiskinan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Perwakilan organisasi pangan dan pertanian PBB (FAO) menyampaikan beberapa saran kepada Kementrian Pertanian RI dalam pertemuan bilateral di Jakarta Food Security Summit, Kamis (8/3). Asisten Dirjen FAO, Kundhavi Kadiresan mengatakan Indonesia memerlukan langkah-langkah besar yang harus dilakukan dalam upaya pengentasan kemiskinan di Indonesia.

"Indonesia perlu mengakselerasi langkah-langkah besar dalam upaya pengentasan kemiskinan yang absolut. Diharapkan upaya tersebut akan memperkecil kesenjangan ekonomi, dan Pemerintah Indonesia telah berjanji akan meningkatkan penghidupan rakyat Indonesia, khususnya petani," kata Kadiresan dalam siaran pers yang diterima Republika.co.id, Kamis (8/3).

Salah satu pendekatan utama untuk mewujudkannya adalah dengan memperbesar akses atas pangan bergizi dan mengurangi prevelansi stunting pada balita. "Kondisi ini adalah kondisi dimana anak-anak tidak mampu mengembangkan potensi fisik dan mental terbaiknya ketika dewasa kelak," terangnya.

Akibatnya, lanjutnya, di masa depan anak-anak-anak tersebut akan menderita sebagai akibat dari rendahnya kinerja dan produktivitas sehingga tidak memiliki penghasilan cukup untuk menjamin kesejahteraannya. Salah satu penyebab utama dari stunting adalah asupan pangan yang terlalu berat kepada karbohidrat dan kurang nutrisi dari buah, sayuran dan makanan berprotein tinggi.

"Menciptakan keadilan bisa melibatkan banyak hal, tetapi membangun sumber daya manusia merupakan jalan menuju masa depan yang berkelanjutan. Peningkatan kualitas nutrisi melalui akses pangan bergizi, adalah langkah pertama," kata Kadiresan.

Oleh sebab itu, ia mendorong pemangku kepentingan di sektor publik dan swasta untuk mencari peluang dalam meningkatkan gizi sebagai tujuan utama sebagai upaya berkelanjutan dengan tercapainya peningkatan pendapatan. "Para petani bisa beralih ke tanaman pangan bernilai lebih tinggi seperti sayuran atau buah, atau melakukan diversifikasi bidang Pertanian dengan kombinasi akuakultur atau peternakan," ungkapnya.

 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA