Wednesday, 24 Safar 1441 / 23 October 2019

Wednesday, 24 Safar 1441 / 23 October 2019

Kinerja Kementan Jadi Rujukan Prestasi Pemerintah

Ahad 09 Dec 2018 14:44 WIB

Red: EH Ismail

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman

Di bawah kepemimpinan Mentan Amran inflasi bahan makanan atau pangan turun drastis.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Pertanian (Kementan) menjadi kementerian yang menjadi rujukan prestasi pemerintah. Kepala biro Humas dan Informasi Publik Kementan, Kuntoro Boga Andri mengatakan, sejak 2014 hingga 2018 di bawah kepemimpinan Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, inflasi bahan makanan atau pangan turun drastis.

“Turun drastis dari 10,57 persen menjadi 1,26 persen,” kata Kuntoro.

Kuntoro menambahkan, ekspor pangan juga mengalami lonjakan pesat sebesar 29,7 persen atau setara dengan Rp1.360 triliun. Di sektor investasi, pertanian Indonesia menunjukkan lonjakan sangat besar hingga 110 persen atau setara dengan Rp 94,2 triliun.

"Bahkan dalam pendapatan domestik bruto (PDB) sektor pertanian berhasil menyumbang kenaikan hingga 47,2 persen,” jelasnya.

Keberpihakan pada Petani dan Kebangkitan Pertanian

Geliat sektor pertanian Indonesia, diyakini tidak terlepas dari komitmen penuh Menteri Amran dalam keberpihakannya pada petani. Hal ini telah membawa seluruh energi pembangunan pertanian tanah air dan kebijakan yang menyertainya bermuara pada bagaimana meningkatkan kesejahteraan petani.

"Hasilnya memang luar biasa. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) demikian cemerlang. Di bawah komando Menteri Amran, Nulai Tukar Usaha Pertanian (NTUP) dan Nilai Tukar Petani (NTP) bergerak naik. NTUP naik 5,39 persen sedangkan NTP naik 0,22 persen,” ujarnya.

Kenaikan ini, menurut Kuntoro secara langsung berdampak pada tingkat kesejahteraan petani yang umumnya berada di pedesaan. Hal itu tercermin dari turunnya kemiskinan di pedesaan dari 17.74 juta orang menjadi 15,81 juta orang, di mana 70 persen disumbangkan dari sektor pertanian.

Revolusi Mental dan Reformasi Birokrasi

Kuntoro menjelaskan, semua pencapaian ini harus dikawal oleh dengan Sumber Daya Manusia (SDM) yang mumpuni, cakap dan berintegritas - sebagai satu cita-cita besar Menteri Amran.

"Hal ini diwujudkan dengan melakukan trasformasi besar-besar di bidang Politeknik Pertanian dari STPP menjadi Polbantang,” tuturnya.

Ada pun salah satu yang menjadi penyebab sektor pertanian mengalami involusi dan stagnan selama ini adalah merajalelanya mafia pangan. Jadi, kata Kuntoro, kemiskinan petani selama ini salah satunya disebabkan permainan harga yang dikendalikan mafia.

"Tapi sejak kepemimpinan Menteri Amran, kami melakukan gebrakan pemberantasan mafia pangan yang banyak diapresiasi. Tercatat dari gebrakan tersebut, ada 782 kasus mafia pangan yang telah dilaporkan dan menghasilkan 409 tersangka serta 21 perusahaan pangan di black list," ujarnya.

Sekedar diketahui, Kementan telah mencabut 291 Permentan yang dinilai menghambat proses kinerja pertanian. Hal itu dilakukan untuk Efisiensi, transparansi dan akutabilitas kerja diperkuat. Hasilnya, untuk pertama kalinya dalam sejarah, Kementerian Pertanian memperoleh penilaian wajar tanpa pengecualian (WTP) dari BPK.

"Kementan juga meraih penghargaan keterbukaan informasi publik serta penghargaan TOP IT dan dianugerahi pengharhaan sebagai kementerian Anti Gratifikasi terbaik," katanya.

Selain itu Kementan meraih penghargaan pengadaan barang terbaik, penghargaan penjaga ketahanan pangan, penghargaan pengarusutamaan gender, penghargaan pengelolaan arsip terbaik dan penghargaan manajemen kepegawaian terbaik.

"Padahal di sisi lain, anggaran pertanian dari Rp34 triliun di 2015 menjadi Rp22 triliun di 2016 sampai dengan 2018. Ini membuktikan bila prestasi mampu diraih di tengah kondisi apa pun bila dibarengi dengan kencintaan dan kerja ikhlas di dalamnya," pungkasnya bangga.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA