Sabtu, 8 Rabiul Akhir 1440 / 15 Desember 2018

Sabtu, 8 Rabiul Akhir 1440 / 15 Desember 2018

Kementan Ajak Petani Kembangkan Tanaman Sehat Cegah Hama WBC

Kamis 04 Okt 2018 14:42 WIB

Red: EH Ismail

Pengembangan budidaya tanaman sehat untuk mitigasi risiko serangan hama wereng batang cokelat (WBC)

Pengembangan budidaya tanaman sehat untuk mitigasi risiko serangan hama wereng batang cokelat (WBC)

Penerapan budidaya tanaman sehat dilakukan melalui perbaikan fisik dan kimia tanah

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Pertanian (Kementan) mendorong pengembangan budidaya tanaman sehat sebagai upaya memitigasi risiko serangan  hama wereng batang cokelat (WBC). Hama ini dikenal melonjak populasinya pada periode tanam Oktober 2018 hingga Maret 2019.

Direktur Perlindungan Tanaman Pangan Kementan Yanuardi mengatakan, penerapan budidaya tanaman sehat dilakukan melalui perbaikan fisik dan kimia tanah, penggunaan bahan organik hayati dan ramah lingkungan, serta peningkatan kapasitas petani.

“Untuk itu, kami memperbaiki kesuburan lahan, penggunaan varitas unggul tahan WBC, serta menanam refugia,” kata Yanuadi dalam keterangan tertulis yang diterima Republika.co.id, Kamis (27/9).

Ia menjelaskan, agar pelaksanaan budidaya tanaman sehat dapat berjalan sesuai tujuannya, Kementan memberi bantuan sarana produksi berupa benih, dolomit dan pestisida hayati. Tak hanya itu, Kementan juga memberikan bantuan pendukung seperti agens pengendali hayati dan tanaman refugia. Keberadaan agens pengendali hayati dan tanaman refugia diharapkan dapat melindungi tanaman padi dari serangan hama WBC.

Kementan mendorong pengembangan budidaya tanaman sehat dengan pertimbangan peningkatan populasi hama WBC justru disebabkan tingginya ketergantungan terhadap pestisida kimia. Penggunaan pestisida kimia secara berlebihan ditenggarai dapat menimbulkan resistensi dan resurgensi hama.

Ia menambahkan, hasil dari pengembangan budidaya tanaman sehat yang dilakukan pada 2017, menunjukkan petani yang awalnya gagal panen menjadi dapat berproduksi rata-rata sebesar 11 ton per hektare, jauh lebih tinggi dibandingkan budidaya normal yang rata-rata produksinya sebesar 8 ton per hektare.Tahun ini, program budidaya tanaman sehat dikembangkan seluas 24 ribu hektare di daerah endemis serangan WBC.

Selain itu, Ditjen Tanaman Pangan Kementan tahun ini juga memberi bantuan sarana transportasi kepada semua petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) sejumlah 1.037 unit roda dua dan 85 unit kendaraan roda empat. “Langkah ini diambil untuk  memperkuat sistem surveilence dan deteksi dini serangan organisme pengganggu tumbuhan (OPT),” ujar Yanuardi.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES