Friday, 6 Zulhijjah 1439 / 17 August 2018

Friday, 6 Zulhijjah 1439 / 17 August 2018

RI Berjuang Meningkatkan Keterwakilan SDM di FAO

Kamis 07 June 2018 16:05 WIB

Red: EH Ismail

Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian (BKP Kementan) Agung Hendriadi (ketiga kanan) berbicara dalam Sidang Dewan Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (Food and Agriculture Organization of The United Nations/FAO) ke-159 di Roma, Italia.

Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian (BKP Kementan) Agung Hendriadi (ketiga kanan) berbicara dalam Sidang Dewan Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (Food and Agriculture Organization of The United Nations/FAO) ke-159 di Roma, Italia.

Foto: Humas BKP Kementan.
Grup Asia terus mendorong FAO agar mewujudkan keseimbangan keterwakilan geografis..

REPUBLIKA.CO.ID, ROMA -- Dalam Sidang Dewan Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (Food and Agriculture Organization of The United Nations/FAO) ke-159, delegasi Indonesia  yang dipimpin Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian (BKP Kementan) Agung Hendriadi menyuarakan perlunya peningkatan keterwakilan SDM di FAO.

“Grup Asia mengapresiasi FAO atas kemajuan dalam pengelolaan SDM melalui peningkatan peluang lowongan pekerjaan, keseimbangan geografis, dan kesetaraan gender, serta kebijakan baru dalam perekrutan konsultan,” ujar Agung yang juga dipercaya mewakili dari Grup Asia pada Sidang FAO hari ketiga, Rabu (6/6), di Roma, Italia, Rabu (6/6).

Menurut Agung, Grup Asia terus mendorong FAO agar melanjutkan upaya mewujudkan keseimbangan keterwakilan geografis dan kesetaraan gender dalam organisasi, baik di kantor pusat maupun di kantor perwakilan.

“Dengan perjuangan melalui Grup Asia ini, Indonesia berpeluang meningkatkan keterwakilan SDM Indonesia dalam organisasi FAO dalam menyuarakan kepentingan Indonesia melalui forum internasional,” jelas Agung.

Selain itu, Agung melanjutkan, peluang tersebut juga berpotensi meningkatkan kerja sama program Indonesia dengan FAO di sektor pertanian, baik dalam bentuk kerja sama teknis, pengiriman tenaga ahli, dan pembuatan standar kualitas produk pertanian yang lebih berpihak pada kepentingan nasional.

Isu lain yang mengemuka dalam sesi ini adalah masalah keuangan, yaitu pembayaran kontribusi dari negara anggota yang tidak tepat waktu, penurunan dana umum (general fund) dari 922,2 juta dolar AS menjadi 893,1 juta dolar AS, dan kekurangan pembayaran kewajiban untuk kesejahteraan staf FAO.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES