Saturday, 11 Safar 1443 / 18 September 2021

Saturday, 11 Safar 1443 / 18 September 2021

BPH Migas Jamin Stok Gas Subsidi di Bengkulu

Rabu 30 Sep 2020 20:30 WIB

Red: Gita Amanda

Pekerja mengangkut tabung gas elpiji 3 kg, (ilustrasi).

Pekerja mengangkut tabung gas elpiji 3 kg, (ilustrasi).

Foto: ANTARA/FAUZAN
Bengkulu mendapat tambahan kuota gas subsidi sebesar 1,2 persen dari sebelumnya

REPUBLIKA.CO.ID, BENGKULU -- Pemerintah Provinsi Bengkulu memastikan stok gas elpiji ukuran 3 kilogram masih cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di daerah itu meskipun di sebagian daerah di Bengkulu mulai mengalami kelangkaan. BPH Migas menjamin dan telah menambah kuota gas subsidi untuk Bengkulu.

Kepala Biro Administrasi Perekonomian dan Sumber Daya Alam Sekretariat Daerah Provinsi Bengkulu Anzori Tawakal mengatakan, kepastian stok itu mengingat Provinsi Bengkulu mendapat tambahan kuota gas elpiji 3 kilogram sebesar 1,2 persen dari tahun sebelumnya yakni sekitar satu juta tabung.

"Sepengetahuan kita kuota gas bersubsidi yang diberikan BPH Migas untuk Provinsi Bengkulu ini mencukupi karena tahun ini ada tambahan kuota sekitar 1,2 persen dari tahun lalu," kata dia di Bengkulu, Rabu (30/9).

Menurut dia, kelangkaan gas elpiji di Bengkulu sejak sepekan terakhir kemungkinan disebabkan tersendatnya penyaluran dari stasiun ke pangkalan. Selain itu, diperkirakan kelangkaan ini dipicu penyaluran gas elpiji subsidi yang diperuntukan bagi warga kurang mampu tidak tepat sasaran.

"Sebenarnya kuota yang diberikan itu cukup, tapi kalau kondisinya sedemikian tidak menutup kemungkinan nantinya kita ajukan tambahan kuota lagi yang tentunya harus menunggu data ril dari kabupaten dan kota," papar Anzori.

Sementara itu, warga Kelurahan Bumi Ayu, Kecamatan Selebar, Kota Bengkulu Agustusin mengeluhkan sulitnya mencari gas elpiji 3 kilogram. Kalaupun ada, kata dia, gas tersebut dijual dengan harga tinggi yaitu berkisar antara Rp 25 ribu hingga Rp 27 ribu.

"Tentu ini sangat menyulitkan kita, apalagi kita kan jualan makanan jadi gas ini merupakan kebutuhan penting untuk usaha," ucapnya.

Kendati demikian ia mengaku tak mempersoalkan tingginya harga jual gas elpiji di warung-warung asalkan ketersediaan gas tersebut tetap ada.

Hal senada juga diucapkan salah satu ibu rumah tangga di Kelurahan Kandang Limun, Kecamatan Muara Bangkahulu, Kota Bengkulu Luzi Aprida.

"Di warung-warung juga sekarang jarang ada yang jual gas, kalau pun ada rebutan belinya karena banyak yang pesan," demikian Luzi.


sumber : antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA