Friday, 19 Safar 1441 / 18 October 2019

Friday, 19 Safar 1441 / 18 October 2019

PT Inalum Bangun Pabrik Pemurnian Alumina di Kalbar

Sabtu 18 May 2019 15:16 WIB

Red: Gita Amanda

Inalum

Inalum

Pembangunan pabrik dapat mengurangi ketergantungan impor bahan baku alumunium.

REPUBLIKA.CO.ID, MEDAN -- PT Inalum saat ini sedang membangun pabrik pemurnian alumina di Mempawah, Kalimantan Barat (Kalbar). Proyek ini telah dicanangkan oleh meteri BUMN Rini Soemarno pada 4 April 2019 lalu.

Executive Advisor PT,Indonesia Asahan Alumunium (Inalum) Oggy A Kosasih di Medan, Sabtu (18/5), mengatakan pembangunan pabrik pemurnian alumina tersebut sangat berpotensi mampu menghemat biaya bahan baku Inalum sebesar 200 juta dolar Amerika Serikat. Serta mengurangi ekspor mineral mentah sekaligus ketergantungan impor untuk sumber bahan baku dalam produksi alumunium.

Dalam pembangunannya Inalum menjalin kerja sama dengan PT Antam Tbk yang dituangkan dalam pengambilalihan PT Borneo Alumina Indonesia (BAI) sebagai perusahaan yang ditugaskan untuk membangun pabrik pemurnian alumina tersebut. Ia mengatakan pembangunan pabrik pemurnian alumina tersebut memiliki beberapa manfaat, seperti mensubsitusi impor alumina yang selama ini dilakukan Inalum menjadi produk alumina dalam negeri dan mengkapitalisasi nilai cadangan bauksit PT Antam Tbk.

"Kemudian membangun mata rantai industri hulu ke hilir yang terintegrasi dari bauksit menjadi alumina dan menjadi alumunium serta diharapkan mampu meningkatkan perekonomian daerah setempat tempat pabrik pemurnian alumina dibangun," katanya.

Dalam kesempatan itu ia juga menyampaikan sejak perubahan status menjadi BUMN pada 19 Desember 2013, banyak penyesuaian dan perubahan yang terjadi diperusahaan tersebut. Dengan status Inalum sebagai BUMN, perusahaan tersebut dituntut untuk terus berkomitmen dalam membangun negeri terlebih setelah ditunjuk sebagai induk holding industri pertambangan.

PT Inalum telah menjadi induk holding industri pertambangan sejak 27 November 2018 dan berhasil mengambil alih 51,23 persen saham PT Freeport Indonesia pada 21 Desember 2018 lalu. Sehingga wilayah operasi Inalum menjadi tidak hanya berada di Kuala Tanjung dan Paritohan Sumatera Utara, namun meluas hingga kepelosok negeri yang melingkupi wilayah operasi PT.Antam Tbk di Pomala Sulawesi Tenggara, Halmahera Timur Maluku, Pongkor Jawa Barat dan Sanggau Kalimantan Barat.

Wilayah operasi PT Bukit Asam Tbk, di Tanjung Enim Sumatera Selatan, Wilayah operasi Timah Tbk di Pulau Kundur, Karimun, Singkep, Bangka Belitung, Banjarmasin, dan Cilegon serta wilayah operasi PT Freeport Indonesia di Tembagapura Papua.

Baca Juga

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA