Friday, 19 Ramadhan 1440 / 24 May 2019

Friday, 19 Ramadhan 1440 / 24 May 2019

SKK Migas: Penerimaan Hulu Migas Capai Rp 215 Triliun

Rabu 16 Jan 2019 19:50 WIB

Red: Nidia Zuraya

Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto (kiri) berbincang dengan Wakil Kepala Sukandar saat menyampaikan keterangan pers capaian kinerja hulu migas 2018 dan target 2019 di Jakarta, Rabu (16/1/2019).

Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto (kiri) berbincang dengan Wakil Kepala Sukandar saat menyampaikan keterangan pers capaian kinerja hulu migas 2018 dan target 2019 di Jakarta, Rabu (16/1/2019).

Foto: Antara/Sigid Kurniawan
Dalam APBN 2018 penerimaan negara dari hulu migas ditargetkan Rp 160,6 triliun

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Penerimaan negara dari industri hulu minyak dan gas bumi (migas) meningkat signifikan. Menurut data SKK Migas, realisasi penerimaan negara dari industri hulu migas mencapai 17,5 miliar dolar AS (unaudited) atau sekitar Rp 215 triliun pada 2018.

"Melihat tren penerimaan dari hulu migas yang semakin meningkat, kami optimis dapat mencapai, bahkan melebihi target yang ditetapkan dalam APBN 2019," kata Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Dwi Soetjipto kepada wartawan di Jakarta, Rabu (16/1).

Angka ini menurut SKK Migas melampaui target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018 yang sebesar 11,9 miliar dolar AS atau sekitar Rp 160,6 triliun. Pencapaian penerimaan negara hingga 147 persen di atas target APBN 2018 mendorong target penerimaan negara tahun 2019 menjadi sebesar 17,5 miliar dolar AS. 

Selain penerimaan negara, target lifting minyak dan gas bumi juga ditetapkan di atas target APBN 2018, dari sebelumnya sebesar 2 juta setara barel minyak per hari (boepd) menjadi 2,25 juta boepd pada 2019.

Target lifting minyak bumi sebesar 775 ribu barel per hari (bopd) dan target lifting gas bumi sebesar 1,250 juta boepd diharapkan dapat mendukung tercapainya target penerimaan negara dan investasi.

Investasi hulu migas pada 2019 ditargetkan sebesar 14,79 miliar dolar AS dengan target pengembalian biaya operasi (cost recovery) dipatok sebesar 10,22 miliar dolar AS. Realisasi investasi di tahun 2018 sebesar 12 miliar dolar AS dari target dalam WP&B yang disepakati sebesar 14,2 miliar dolar AS atau baru mencapai 84 persen.

Belum optimalnya realisasi tersebut juga dipengaruhui cost recovery sebesar 11,7 miliar dolar AS (unaudited) atau 112 persen dari target APBN 2018 sebesar 10,1 milliar dolar AS. Lifting migas sebesar 96 persen di tahun 2018 diproyeksikan dapat meningkat didukung rencana 13 proyek onstream di tahun 2019 dengan total nilai investasi sebesar 702 juta dolar AS.

"Tiga belas proyek tersebut diharapkan dapat memberikan tambahan produksi sebesar 8.600 bopd dan 1,3 miliar kaki kubik per hari," ucap Dwi Soetjipto.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA