Tuesday, 18 Sya'ban 1440 / 23 April 2019

Tuesday, 18 Sya'ban 1440 / 23 April 2019

Pelemahan Ekonomi Global Pengaruhi Penurunan ICP

Ahad 09 Dec 2018 14:36 WIB

Rep: Intan Pratiwi/ Red: Friska Yolanda

Ilustrasi kilang minyak

Ilustrasi kilang minyak

Foto: AP Photo/J David Ake
Kebijakan AS menimbulkan kelebihan pasokan minyak mentah di pasaran global.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pertumbuhan ekonomi global yang melemah memengaruhi penurunan Harga Minyak Mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) bulan November 2018. Berdasarkan hasil perhitungan Pemerintah, ICP November turun 14,58 dolar AS per barel menjadi 62,98 dolar AS per barel dari 77,56 dolar AS per barel pada Oktober 2018.

Menurut laporan International Monetary Fund (IMF), pertumbuhan ekonomi dunia tahun 2018 diproyeksikan mengalami perlambatan menjadi sebesar 3,7 persen, turun 0,2 persen dibandingkan proyeksi bulan sebelumnya.

Di samping itu, kebijakan Amerika Serikat (AS) yang telah memberikan pengecualian kepada delapan negara untuk melakukan impor minyak mentah dari Iran menyebabkan penurunan ekspor minyak mentah. Kebijakan ini menimbulkan kelebihan pasoka minyak mentah di pasaran global.

Kepala Biro KliK, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (EDSM), Agung Pribadi menjelaskan dampak lain yang mengakibatkan kelebihan pasokan adalah melimpahnya produksi minyak mentah Arab Saudi akibat antisipasi sanksi terhadap Iran dan peningkatan pasokan minyak mentah Amerika Serikat pada bulan November 2018 sebesar 24,5 juta barel.

"Kelebihan pasokan ini sejalan dengan Publikasi International Energy Agency (IEA) bulan November 2018 yang menyatakan produksi minyak mentah OPEC di bulan Oktober 2018 mengalami peningkatan sebesar 127 ribu barel per hari dibandingkan bulan sebelumnya," ujar Agung, Ahad (9/12).

Proyeksi pasokan minyak mentah negara-negara non-OPEC tahun 2018 meningkat sebesar 170 ribu barel per hari menjadi 60,3 juta barel per hari dibandingkan proyeksi bulan sebelumnya.

Untuk kawasan Asia Pasifik, penurunan harga minyak mentah dipengaruhi oleh beberapa faktor. Salah satunya yaitu perlambatan pertumbuhan ekonomi Cina akibat perang dagang dengan AS dan melemahnya permintaan minyak mentah dan produk minyak mentah dari Jepang dan Korea.

ICP SLC turun dari 78,09 dolar AS per barel menjadi 62,98 dolar AS per barel.

Dated Brent turun dari 81,15 dolar AS per barel menjadi 64,74 dolar AS per barel.

WTI (Nymex) turun dari 70,76 dolar AS per barel menjadi 56,69 dolar AS per barel.

Basket OPEC turun dari 79,39 dolar AS per barel menjadi 65,67 dolar AS per barel.

Brent (ICE) turun dari 80,63 dolar AS per barel menjadi 65,95 dolar AS per barel.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA