Friday, 19 Ramadhan 1440 / 24 May 2019

Friday, 19 Ramadhan 1440 / 24 May 2019

Pertamina Prioritaskan Pembangunan Kilang di Balikpapan

Rabu 29 Aug 2018 16:35 WIB

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Friska Yolanda

Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri, Strategis, dan Media Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Fajar Harry Sampurno (kiri), Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati (tengah), dan Direktur Sumber Daya Manusia (SDM) Pertamina Koeswiranto Kushartanto menjelaskan posisi baru mereka di Pertamina setelah Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) di Kementerian BUMN, Rabu (29/8).

Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri, Strategis, dan Media Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Fajar Harry Sampurno (kiri), Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati (tengah), dan Direktur Sumber Daya Manusia (SDM) Pertamina Koeswiranto Kushartanto menjelaskan posisi baru mereka di Pertamina setelah Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) di Kementerian BUMN, Rabu (29/8).

Foto: Republika/Rahayu Subekti
Total prioritasnya ada enam kilang.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati mengatakan pada sisa tahun ini akan memprioritaskan pembangunan kilang. Dia memastikan salah satu kilang yang akan menjadi prioritas berada di Balikpapan.

Nicke menjelaskan total rencana pembangunan kilang ada enam terdiri dari empat refinery development master plan (RDMP) dan dua gross reproductive rate (GRR). “Yang kita tergetkan untuk tanda tangan kontrak dan seluruhnya akan dikerjakan itu ada di Balikpapan,” kata Nicke di Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rabu (29/8).

Dia menuturkan kilang di Balikpapan menjadi prioritas karena dinilai sudah siap termasuk untuk lahan dan engineering package (FEED). Untuk itu Nicke memastikan Pertamina akan tetap menjalankan pembangunan kilang di Balikpapan.

Baca juga, Susunan Direksi Baru Pertamina Efektif Hari Ini

Nicke menegaskan FEED dan pembelian engineering, procurement, and contsruction (EPC) akan dilakukan sendiri. “Nanti pararel kita mencari partner. Kita tidak akan menunggu sampai ada partner karena kita sudah ketinggalan lama untuk pembangunan kilang,” tutur Nicke.

Selain itu, Nicke menargetkan malasalah lahan dalam pembangunan kilang GRR Tuban akan selesai tahun ini. Kedua kilang tersebut menurutnya akan menjadi target yang dikerjakan Pertamina pada tahun ini.

Sementara untuk kilang di Cilacap dan Aramco, juga masuk dalam proyeksi Nicke. “Itu termasuk yang harus kita klarifikasi dan konferensi ulang mengenai bagaimana kelanjutannya, kita harus bicara pada patner kita,” jelas Nicke. 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA