Friday, 19 Safar 1441 / 18 October 2019

Friday, 19 Safar 1441 / 18 October 2019

Ini Tantangan Dirut Baru Pertamina

Rabu 29 Aug 2018 13:58 WIB

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Friska Yolanda

Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri, Strategis, dan Media Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Fajar Harry Sampurno (kiri), Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati (tengah), dan Direktur Sumber Daya Manusia (SDM) Pertamina Koeswiranto Kushartanto menjelaskan posisi baru mereka di Pertamina setelah Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) di Kementerian BUMN, Rabu (29/8).

Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri, Strategis, dan Media Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Fajar Harry Sampurno (kiri), Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati (tengah), dan Direktur Sumber Daya Manusia (SDM) Pertamina Koeswiranto Kushartanto menjelaskan posisi baru mereka di Pertamina setelah Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) di Kementerian BUMN, Rabu (29/8).

Foto: Republika/Rahayu Subekti
Pertamina ingin mendukung kemandirian energi nasional.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Pertamina (Persero) saat ini resmi sudah memiliki direktur utama (dirut) baru menggantikan Elia Massa Manik. Direktur Sumber Daya Manusia (SDM) Pertamina yang juga selama empat bulan ini menjadi Plt Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mulai hari ini (29/8) resmi menjadi direktur utama.

Setelah ketetapan tersebut, Nicke mengungkapkan banyak tantangan yang harus dia hadapi dengan jabatan barunya. “Tantangannya satu tapi kalau dijabarkan jadi banyak. Jadi bagaimana Pertamina kemudian mendukung ke arah kemandirian energi nasional,” kata Nicke di Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rabu (29/8).

Baca juga, Susunan Direksi Baru Pertamina Efektif Hari Ini

Dia menambahkan, jika dijabarkan maka akan banyak karena ada tantangan untuk bagaimana mengelola hulu, kilang, dan hilir. Dari keseluruhannya, lanjut Nicke, Pertamina harus berperan sangat dominan di dalam pemenuhan kemandirian dalam energi nasional.

Begitu juga soal investasi yang harus dilakukan Pertamina yang menurut Nicke juga menjadi tantangan. “Karena untuk meningkatkan produksi di hulu, untuk meningkatkan kapasitas di kilang, untuk meningkatkan kualitas di hilir ini semua membutuhkan invetasi,” ujar Nicke.

Untuk itu, Nicke memastikan jabatan yang dimilikinya saat ini merupakan kewajiban yang harus dilakukan dan fokus menjalankan posisinya. Soal pengalaman, Nicke tidak ingin mengambil pusing terkait anggapan orang banyak.

“Mengenai pengalaman dan sebaginya bukan kewenangan saya tapi niatnya adalah memang harus menjalankan tugas sebaik mungkin,” tutur Nicke.

Ketetapan direksi baru Pertamina sudah diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) di Kementerian BUMN, Rabu (29/8). Selain Nicke, posisi Direktur Hulu Pertamina kini diisi oleh Dharmawan H Samsu dan Direktur SDM menjadi Koeswiranto Kushartanto. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA