Sunday, 19 Jumadil Akhir 1440 / 24 February 2019

Sunday, 19 Jumadil Akhir 1440 / 24 February 2019

PLN akan Beri Insentif untuk Kendaraan Listrik

Jumat 18 Jan 2019 06:15 WIB

Rep: Intan Pratiwi/ Red: Muhammad Hafil

Pengisian energi listrik pada mobil tenaga listrik (ilustrasi)

Pengisian energi listrik pada mobil tenaga listrik (ilustrasi)

Foto: revisionenergy.com
Insentif yang dimaksud adalah bisa berupa diskon pemakaian listrik.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT. Perusahaan Listrik Negara (PLN) berupaya untuk bisa meningkatkan konsumsi listrik per kapita tiap tahunnya. Salah satunya agar konsumsi naik adalah beberapa program kelistrikan seperti mobil listrik. Secara infrastruktur, PLN mengaku siap. Tak hanya itu, PLN juga berencana akan memberikan insentif bagi para pelanggan terkait kendaraan listrik ini.

Direktur Perencanaan Korporat PLN, Syofvie Rukman menjelaskan insentif yang dimaksud adalah bisa berupa diskon pemakaian listrik khusus untuk para pelanggan yang memilki kendaraan listrik. Ia menjelaskan, para pemilik kendaraan listrik nantinya akan mendapatkan diskon saat menggunakan listrik pada pukul 10 malam hingga pukul empat pagi.

"Dari pengalaman negara yang punya mobil listrik. 85 persen ngecas di rumah. Jadi jam 10-4 pagi di mana beban PLN rendah, di situ buat ngecas. PLN akan kasih diskon dari harga terapan. Jadi pasti ada insentif," ujar Syofvi, Kamis (17/1).

Tak hanya diskon penggunaan, bagi para pelanggan yang memang hendak menambah daya, kata Syofvi PLN juga tidak segan untuk memberikan diskon tambah daya bagi para pelanggan. Hal ini harapannya, kata Syofvi bisa membantu masyarakat sekaligus menaikan konsumsi listrik per kapita.

"Jadi pasti ada insentif. Insentif mobil dari pemerintah dan kita kasih insentif listrik. Setiap rumah yang ada mobil listrik kita kasih free tambah daya. Misalnya 3.500 jadi 5.500 atau kita lepas 7.000 sekian. Tapi jam 10 malam - 4 pagi kita kasih diskon," ujar Syofvi.

Sedangkan untuk infrastruktur sendiri, Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Barat, Haryanto menjelaskan untuk di Jakarta sendiri saat ini sudah ada 300 lebih SPLU yang tersedia di tempat publik. SPLU ini bisa dimanfaatkan oleh pelanggan untuk bisa menjadi tempat charging station.

"Untuk charging station saat ini di beberapa SPBU, perkantoran serta mall juga sudah tersedia," ujar Haryanto.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA