Jumat, 14 Sya'ban 1440 / 19 April 2019

Jumat, 14 Sya'ban 1440 / 19 April 2019

Natal dan Tahun Baru, Pertamina Tambah Pasokan Elpiji 3 Kg

Senin 11 Des 2017 19:10 WIB

Rep: Eko Widiyatno/ Red: Yusuf Assidiq

Penambahan pasokan elpiji tiga kg.

Penambahan pasokan elpiji tiga kg.

Foto: Antara.

REPUBLIKA.CO.ID, PURWOKERTO -- Pertamina MOR IV Jateng/DIY memberikan tambahan pasokan gas elpiji tiga kilogram untuk mengantisipasi datangnya libur Natal dan Tahun Baru 2018. Wakil Ketua BPC Hiswana Migas Bidang Elpiji Wilayah Banyumas, Bambang Pramono, penambahan pasokan elpiji tiga kg ini sudah dilaksanakan sejak Sabtu (9/12).

''Tambahan kuota elpiji tiga kg ini sudah dikirim ke agen dan pangkalan. Setiap agen rata-rata mendapat tambahan kuota 360 tabung, tapi ada juga yang mendapat tambahan sampai 560 tabung. Tambahan kuota ini disalurkan ke 14 agen dan 1.039 pangkalan,'' jelasnya, S‌enin (11/12).

Dengan adanya tambahan pasokan ini, Bambang menyebutkan, kondisi di masyarakat mengenai masalah ketersediaan elpiji tiga kg, saat ini sudah stabil. ''Ini memang sudah dipersiapkan. Pertamina selama ini juga sama sekali tidak pernah mengurangi kuota,'' ujarnya.

Mengenai kegiatan operasi pasar (OP), Bambang menyebutkan, memang sempat dilakukan di Kelurahan Karangklesem  Kecamatan Purwokerto Selatan, Sabtu (9/12). Namun karena kebutuhan saat inu sudah terpenuhi, maka dinilai tak perlu lagi dilakukan OP.

Meski demikian, Bambang meminta agar masyarakat yang sepantasnya tidak menggunakan elpiji subsidi, tidak lagi menggunakan elpiji tiga kg. ''Selama ini banyak temuan konsumen yang tergolong mampu, seperti kalangan PNS, rumah makan, restoran, hotel, maupun usaha dagang lain, menggunakan elpiji tiga kg. Seharusnya tidak boleh,'' katanya.

Terkait persiapan untuk menghadapi  liburan Natal dan tahun baru, Bambang menyatakan, pihaknya baru akan mengikuti rakor di Semarang, Selasa (11/12). Namun rapat tersebut khusus untuk membahas persiapan penambahan pasokan elpiji lima kg dan 12 kg yang non subsidi.

''Sebenarnya, tidak pernah ada kelangkaan elpiji karena elpiji lima kg dan 12 kg selalu ada di pasaran. Hanya masalahnya, masyarakat carinya yang tiga kg,'' katanya.

Untuk itu, dia menilai perlu adanya peran semua pihak untuk membangkitkan kesadaran masyarakat bahwa elpiji tiga kg sebenarnya hanya khusus untuk warga miskin.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA