Thursday, 18 Safar 1441 / 17 October 2019

Thursday, 18 Safar 1441 / 17 October 2019

Produksi Padi dan Jagung di Lampung Surplus

Rabu 22 Nov 2017 17:39 WIB

Rep: Mursalin Yasland/ Red: Gita Amanda

Panen padi. Ilustrasi

Panen padi. Ilustrasi

Foto: .

REPUBLIKA.CO.ID, BANDAR LAMPUNG -- Kementerian Pertanian (Kementan) menyatakan produksi padi dan jagung yang melebihi target, membuat Lampung telah mencapai swasembada padi dan jagung pada tahun 2017. Tahun depan, kementan menaikkan anggaran untuk Lampung di sektor pertanian.

Menurut Inspektur Jenderal Kementan Justan Riduan, produksi padi Lampung surplus 1,2 juta ton sedangkan jagung mampu produksi 2,4 juta dari target dua juta ton. "Kami yakin surplus pangan di Lampung berlanjut, karena kebijakan nol impor jagung dan penambahan areal luas lahan sawah," kata Justan Riduan di Bandar Lampung, Rabu (22/11).

Atas capaian itu, Justan meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung mengitervensi keseimbangan lahan jagung, padi, dan kedelai. Ia berharap agar tidak mengubah lahan padi dikonversi menjadi jagung. Namun harus dicarikan lahan baru. Kalau perlu, sekeliling makam di kampung-kampung bisa ditanam jagung, seperti yang dilakukan di Pulau Jawa," kata Justan.

Justan menyatakan Provinsi Lampung juga diharapkan mencapai swasembada kedelai. Pemerintah pusat menargetkan swasembada kedelai tercapai pada tahun 2020. Dia mengapresiasi terobosan Gubernur Lampung M Ridho Ficardo yang menggandeng Bank BNI menyalurkan kredit usaha rakyat (KUR) mikro kedelai dalam upaya mengejar produksi 50 ribu hektare tanaman kedelai di Lampung.

Menurut Ridho, satu dari tiga program strategis bersama industri dan pariwisata. Dukungan pemerintah terhadap pertanian melalui perbaikan jaringan irigasi yang tahun ini ditargetkan mantap 90 persen. Walau berat, kita berkomitmen mendukung target presiden menjadikan Lampung pendukung utama kedaulatan pangan nasional," kata Ridho.

Dia optimistis Lampung juga mampu mewujudkan swasembada kedelai, sepanjang pemerintah pusat membuat kebijakan seperti jagung yakni nol impor kedelai. Permasalahan kedelai, harganya masih lebih murah dengan kedelai impor. Padahal produsen lebih suka kedelai lokal. Ini yang harus kita bicarakan bersama, bagaimana menaikkan produksi kedelai dan menaikkan harga agar petani bergairah," ujarnya.

Produksi jagung tertinggi di Lampung tercapai pada tahun 2008 di angka dua juta ton. Justan yang juga penanggungjawab Upaya Khusus Padi Jagung dan Kedelai (Upsus Pajale) Lampung itu, menilai kolaborasi petani, lembaga petani, Pemprov Lampung, dan pemangku kepentingan lain solid dalam mewujudkan kedaulatan pangan.

Produksi padi Lampung pada 2016 menurut Badan Pusat Statistik (BPS) yakni 4,02 juta ton dan naik menjadi 4,32 juta pada 2017. Capaian itu membuat Lampung sebagai provinsi ketujuh produsen padi nasional dengan kontribusi 5,33 persen. Sedangkan produksi jagung pada tahun 2016 mencapai 1,72 juta dan naik menjadi 2,4 juta ton pada tahun 2017, sekaligus menempatkan Lampung di posisi ketiga produsen jagung nasional dengan kontribusi 8,59 persen.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA