Sunday, 16 Sya'ban 1440 / 21 April 2019

Sunday, 16 Sya'ban 1440 / 21 April 2019

Langka, Harga Elpiji Melon di Atas Rp 20 Ribu di Lampung

Senin 23 Oct 2017 17:05 WIB

Rep: Mursalin Yasland/ Red: Budi Raharjo

Pekerja membawa tabung gas elpiji tiga kilogram (gas melon).

Pekerja membawa tabung gas elpiji tiga kilogram (gas melon).

Foto: Republika/Agung Supriyanto

REPUBLIKA.CO.ID,BANDAR LAMPUNG -- Stok elpiji tabung tiga kilogram atau tabung melon di beberapa pangkalan resmi di Kota Bandar Lampung selalu kosong. Dampaknya, sisa stok elpiji yang dijual tingkat pengecer membuat harga melambung di atas Rp 20 ribu per tabung, padahal harga di pangkalan Rp 17 ribu per tabung.

Pemantauan Republika di beberapa pangkalan yang menjual elpiji tabung melon untuk rakyat miskin tersebut, Senin (23/10), sudah terpasang pengumuman 'Gas Habis'. Padahal, pangkalan kerap menerima pasokan dari Pertamina minimal dua kali setiap pekan. Sekali memasok tabung melon bisa lebih dari seribu tabung.

Ironisnya, saat mobil truk pembawa elpiji melon tersebut tiba di pangkalan, konsumen bermotor telah menunggu dengan membawa lima sampai 15 tabung kosong. Ada juga mobil bak terbuka mengambil tabung di pangkalan. Tak heran, stok elpiji di pangkalan hanya bertahan 15 menit sudah ludes terjual.

Gas (melon) habis gara-gara yang beli bukan masyarakat miskin. Tapi, yang beli tukang warung dan restoran. Sekali beli bisa sampai 10 tabung. "Wajar seperempat jam sudah ludes terjual," tutur Tedi, warga Kemiling.

Ia berharap Pertamina mengawasi penjualan tabung melon untuk rakyat miskin bukan untuk menyetok dalam jumlah besar. Akibatnya, ia mengatakan, tabung gas melon yang tersisa di warung atau pengecer menjadi mahal di atas Rp 20 per tabung.

Kosongnya stok tabung gas melon di pangkalan, pengecer menjual gas rakyat miskin tersebut dengan harga semaunya. Harga gas melon di Bandar Lampung tingkat pengecer berkisar Rp 20 ribu hingga Rp 25 ribu per tabung. Kalau pangkalan sudah kosong, warga mencari ke pengecer tapi harga sudah mahal, ujarnya.

Menurut Gani, petugas pangkalan gas elpiji di kawasan Kemiling, pihaknya sudah memberlakukan aturan satu orang hanya boleh membeli gas dua tabung, selebihnya ditolak. Namun, warga mengakali dengan membawa banyak motor dengan berbonceng dua orang, sehingga mereka bisa membeli sampai 10 tabung.

Jadi, tak sampai setengah jam seribuan tabung langsung ludes terjual, katanya. Ia juga berharap pemerintah memberlakukan ketentuan konsumen yang membeli elpiji untuk rakyat miskin tersebut agar semua masyarakat terutama warga miskin tercukupi dengan harga standar.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA TERKAIT

 

BERITA LAINNYA