Tuesday, 18 Sya'ban 1440 / 23 April 2019

Tuesday, 18 Sya'ban 1440 / 23 April 2019

Fahri: Saya Ingatkan, Hati-Hati Ekspansi Utang

Rabu 16 Aug 2017 17:35 WIB

Red: Teguh Firmansyah

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Fahri Hamzah (kiri).

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Fahri Hamzah (kiri).

Foto: ROL/Abdul Kodir

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah mengingatkan pemerintah untuk berhati-hati dalam mengekspansi utang guna memenuhi anggaran belanja negara 2018 yang direncanakan sebesar Rp2.204,4 triliun.

"Yang perlu saya ingatkan, hati-hati soal ekspansi utang. Karena kalau pembiayaan ini terpaksa membuat kita berutang itu memindahkan beban bagi yang akan datang," kata Fahri ditemui usai sidang paripurna DPR RI penyampaian RAPBN 2018 di komplek parlemen Jakarta, Rabu (16/8).

Fahri menyinggung anggaran belanja pemerintah untuk bidang infrastruktur dan transfer ke daerah yang menurutnya sangat besar. "Ini kayanya ada upaya penggenjotan belanja ke infrastruktur dan daerah. Mungkin Presiden mau menangkap daya beli masyarakat yang dikabarkan menurun," kata Fahri.

Pemerintah menargetkan capaian pendapatan negara pada RAPBN 2018 sebesar Rp1.878,4 triliun dengan rencana anggaran belanja Rp 2.204,4 yang menghasilkan defisit Rp 325,9 triliun atau setara 2,19 persen dari Produk Domestik Bruto.

Presiden dalam pidatonya menyampaikan pemerintah akan membiayai defisit anggaran dalam tahun 2018 tersebut dengan memanfaatkan sumber pembiayaan dalam negeri maupun dari luar negeri dalam bentuk pinjaman atau utang.

Presiden Joko Widodo dalam pidato penyampaian nota keuangan RAPBN 2018 di DPR memaparkan asumsi dasar ekonomi makro tahun 2018 menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,4 persen, inflasi terjaga di tingkat 3,5 persen, nilai tukar rupiah Rp13.500 per dolar AS, rata-rata suku bunga Surat Perbendaharaan Negara (SPN) tiga bulan pada 2018 diperkirakan sekitar 5,3 persen, harga minyak mentah sebesar 48 dolar AS per barel, dan volume minyak dan gas bumi siap jual mencapai dua juta barel setara minyak per hari yang terdiri dari produksi minyak bumi 800 ribu barel per hari dan gas bumi sekitar 1,2 juta barel setara minyak per hari.

Sementara pendapatan negara pada RAPBN 2018 ditargetkan sebesar Rp1.878,4 triliun dengan rincian penerimaan perpajakan sebesar Rp1.609,4 triliun dan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) sebesar Rp267,9 triliun. Sedangkan belanja negara tahun 2018 direncanakan sebesar Rp2.204,4 triliun

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA