Friday, 19 Ramadhan 1440 / 24 May 2019

Friday, 19 Ramadhan 1440 / 24 May 2019

Usai KTT OBOR, Indonesia akan Jaring Investasi dari Cina

Jumat 19 May 2017 10:55 WIB

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Nidia Zuraya

Investasi (ilustrasi)

Investasi (ilustrasi)

Foto: ANTARA/Widodo S. Jusuf

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Thomas Lembong dijadwalkan untuk menjadi pembicara kunci dan bertemu dengan investor dan calon investor dari Cina dalam kegiatan Manado International Conference on Tourism (Invest Manado) pada tanggal 23-24 Mei 2017. 

Dalam kegiatan tersebut, BKPM akan bekerja sama dengan Pricewaterhouse Coopers serta Broadway Malyan. Thomas mengatakan, kegiatan Invest Manado dilakukan  untuk mendapatkan porsi investasi yang lebih besar dari Cina. 

“Sesuai arahan Presiden Joko Widodo, konsep OBOR yang selaras dengan visi Presiden tentang menjadikan Indonesia poros maritim dunia, hal ini dapat dimanfaatkan untuk menarik investasi dari Cina,” ujar Thomas dalam siaran pers yang diterima Republika, Jumat (19/5).

Menurut Thomas, dibukanya penerbangan langsung dari sejumlah kota di Cina seperti Shenzhen, Shanghai dan Guangzhou ke Manado berdampak positif dalam meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan Cina ke Manado. Kondisi ini idealnya diikuti oleh pembangunan sarana  pariwisata di Manado. 

"Investasi dari sektor pariwisata seperti perhotelan maupun infrastruktur penunjang lainnya dapat dilakukan,” kata Thomas.

Dari data BPS, kunjungan Wisatawan ke Provinsi Sulawesi Utara menunjukkan peningkatan signifikan dari 2015 sebesar 1,11 juta wisatawan atau meningkat 38 persen menjadi 1,53 juta wisatawan. Khusus wisatawan dari Cina, Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Utara mencatat lama rata-rata tinggal wisatawan mencapai 5 hari 4 malam dengan jumlah pengeluaran antara Rp 10 juta-Rp 15 juta. 

Thomas mengatakan, pertumbuhan investasi dari Cina yang tumbuh pesat akan diarahkan pada investasi yang berkualitas.  “Selama ini beberapa perusahaan Cina yang masuk menanamkan modalnya di sektor smelter, otomotif, dan juga elektronik,” kata Thomas.

 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA