Sunday, 21 Safar 1441 / 20 October 2019

Sunday, 21 Safar 1441 / 20 October 2019

Bappenas: Ekonomi Harus Tumbuh di Atas Lima Persen

Selasa 11 Oct 2016 12:39 WIB

Red: Esthi Maharani

Menteri Keuangan Sri Mulyani berbincang dengan Kepala Bapenas Bambang Brodjonegoro dalam sebuah kesempatan baru-baru ini. (Republika/Wihdan)

Menteri Keuangan Sri Mulyani berbincang dengan Kepala Bapenas Bambang Brodjonegoro dalam sebuah kesempatan baru-baru ini. (Republika/Wihdan)

Foto: Republika/ Wihdan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro menilai ekonomi domestik harus tumbuh di atas lima persen per tahun. Meskipun, ia menyadari perekonomian global saat ini masih relatif melambat.

"Kita berharap tentunya dalam kondisi global yang masih tidak menentu dan masih agak lemah sekarang, yang paling harus kita upayakan (pertumbuhan ekonomi) lima persen atau lebih," ujar Bambang, Senin (11/10).

Menurut Bambang, pertumbuhan ekonomi lima persen adalah kebutuhan dasar untuk menjaga agar angka kemiskinan dan pengangguran tidak bertambah. Berdasarkan data BPS per Maret 2016, tingkat kemiskinan mencapai 10,86 persen, sedangkan tingkat pengangguran 5,5 persen.

"Tapi kalau tumbuhnya di bawah lima persen itu berarti kita harus bekerja (lebih) keras, karena ada kemungkinan peningkatan kemiskinan dan pengangguran," kata Bambang.

Pada kuartal I 2016 lalu, pertumbuhan ekonomi Indonesia tercatat sebesar 4,92 persen. Sementara itu, pada kuartal II 2016, pertumbuhan ekonomi meningkat menjadi 5,18 persen. Pemerintah sendiri menargetkan pertumbuhan ekonomi sepanjang 2016 dapat mencapai angka 5,2 persen sebagaimana tercantum dalam APBNP 2016.

Untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi, dalam waktu dekat pemerintah juga berencana menerbitkan paket kebijakan ekonomi XIV yang mengatur kebijakan soal perdagangan elektronik (e-commerce).

sumber : antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA