Thursday, 25 Safar 1441 / 24 October 2019

Thursday, 25 Safar 1441 / 24 October 2019

Kemenperin Masih Optimistis pada Industri Otomotif

Sabtu 06 Feb 2016 04:58 WIB

Rep: c33/ Red: Andi Nur Aminah

Otomotif

Otomotif

Foto: Republika/Adhi Wicaksono

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) I Gusti Putu Suryawirawan  mengatakan industri otomotif nasional saat ini terus berkembang sesuai dengan harapan. Meskipun dalam beberapa tahun terakhir terjadi krisis ekonomi dunia yang berakibat pada menurunnya daya beli masyarakat, produksi dan penjualan otomotif nasional tetap tumbuh. 

Ia mengatakan total volume produksi otomotif pada 2015 mencapai 1.098.780 unit. Sedangkan, total volume penjualan pada 2015 mencapai 1.013.291 unit. Ia memperkirakan pada 2020 produksi mobil mencapai 2,5 juta unit dengan target ekspor 2020 mencapai lebih dari 600 ribu unit. Produksi pada 2025 diperkirakan mencapai 4,1 juta unit.

“Kementerian Perindustrian masih optimistis perkembangan industri otomotif di Indonesia akan terus prospektif. Hal ini berdasarkan peluang pasar dalam negeri masih cukup besar dan berpeluang untuk ekspor,” ujarnya.

Ia menyebutkan hingga saat ini, kendaraan bermotor produksi dalam negeri telah diekspor ke lebih dari 80 negara. Total ekspor CBU pada 2014 sebesar 202.273 unit dan meningkat pada 2015 sebesar 207.691 unit. Sedangkan, total ekspor CKD pada 2014 sebesar 108.580 unit dan meningkat pada 2015 sebesar 108.770 unit. 

Terkait dengan isu yang berkembang mengenai PT Ford Motor Indonesia, ia menyebutkan perusahaan tersebut merupakan agen pemegang merek (APM) kendaraan Ford di Indonesia.  “Mereka tidak memiliki pabrik otomotif di Indonesia, melainkan hanya melakukan kegiatan penjualan CBU. Tahun ini mereka mengumumkan penghentian operasional keagenannya,” katanya. 

Putu mengatakan, karena tidak melakukan kegiatan industrialisasi di Indonesia, keputusan FMI tersebut tidak berpengaruh terhadap industri otomotif nasional. Namun demikian, ia memastikan, Ford akan tetap menjadikan Indonesia sebagai pasar potensialnya, dimana tingkat penjualannya selama ini telah mencapai 6.000 hungga 7.000 unit mobil per tahun. 

“Saya yakin potensi pasar tersebut tidak akan diserahkan begitu saja kepada perusahaan otomotif lainnya. Ford akan menggunakan strategi lain untuk menjual produknya,” jelasnya.

 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA