Wednesday, 23 Syawwal 1440 / 26 June 2019

Wednesday, 23 Syawwal 1440 / 26 June 2019

Pembangunan Kawasan Industri akan Disebar

Kamis 14 Jan 2016 14:59 WIB

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Nur Aini

Menteri Perindustrian Saleh Husin

Menteri Perindustrian Saleh Husin

Foto: Antara/Muhammad Adimaja

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Perindustrian Saleh Husin akan melakukan penyebaran pembangunan kawasan industri, salah satunya yakni di Jawa Barat. Menurutnya, pemerintah telah menyusun master plan pengembangan wilayah Jawa Barat bagian timur, termasuk di dalamnya wilayah Ciayumajakuning (Cirebon, Indramayu, Majalengka, Kuningan), Kabupaten Sumedang, dan Kabupaten Ciamis.

Menurut Saleh, pengembangan kawasan industri ini sangat penting karena beberapa investor telah menyampaikan keinginannya untuk membangun pabrik dan melakukan ekspansi di wilayah tersebut. Saleh optimistis, dengan adanya tambahan pembangunan infrastruktur di wilayah itu nantinya dapat memparlancar arus lalu lintas logistik, barang modal, dan menjadi pintu ekspor bagi produk industri.

"Sebelumnya industri di Jawa Barat terkonsentrasi di sebelah barat sepert Bekasi dan Karawang, ke depan akan kami arahkan ke arah timur karena infrastrukturnya sangat mendukung seperti jalan tol dan pelabuhan," ujar Saleh di Jakarta, Kamis (14/1).

Saleh menjelaskan, penambahan sarana dan prasarana tersebut dapat menjadi magnet bagi masuknya investasi asing untuk mengembangkan industri hulu maupun hilir. Kementerian Perindustrian mencatat, saat ini Jawa Barat memiliki 24 kawasan industri dan termasuk yang paling banyak diantara provinsi lainnya.

Total kawasan industri Jawa Barat mencapai 14,3 ribu hektare atau sekitar 39,4 persen dari seluruh kawasan industri di Indonesia. Pengembangan industri di Jawa Barat juga diharapkan meningkatkan lapangan kerja. Hingga 2014, terdapat beberapa industri besar sedang di Jawa Barat antara lain industri makanan (1.037 perusahaan, 112 ribu karyawan), tekstil (851 perusahaan, 254 ribu karyawan), pakaian jadi (740 perusahaan, 231 ribu karyawan), kulit dan alas kaki (205 perusahaan, 52 ribu karyawan) dan karet – plastik (390 perusahaan, 104 ribu karyawan).

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA