Tuesday, 18 Sya'ban 1440 / 23 April 2019

Tuesday, 18 Sya'ban 1440 / 23 April 2019

Perangkat Konverter Mahal, Konversi BBM ke BBG Loyo

Senin 16 Nov 2015 18:51 WIB

Rep: Sapto Andika Candra/ Red: Nur Aini

Petugas mengisi BBG ke kendaraan?melalui Mobile Refueling Unit (MRU) milik Perusahaan Gas Negara (PGN) di kawasan Monas, Jakarta?, Senin (25/5).

Petugas mengisi BBG ke kendaraan?melalui Mobile Refueling Unit (MRU) milik Perusahaan Gas Negara (PGN) di kawasan Monas, Jakarta?, Senin (25/5).

Foto: Republika/Prayogi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Harga converter kit BBG yang tergolong mahal dinilai menjadi hambatan dalam program konversi BBM ke BBG oleh pemerintah. Direktur Utama PT Pertamina (persero) Dwi Sucipto menyebutkan, harga converter per unitnya sebesar Rp 27 juta termasuk dengan tabung storage. 

Harga itu dinilai belum bisa dengan mudah diterima masyarakat. Dwi mengatakan, meski harga di awal untuk membeli konverter cukup mahal, namun keuntungan jangka panjang bisa lebih baik. Dia mengungkapkan, harga keekonomian BBG hanya Rp 4.300 - 4.500 , di saat harga premium masih Rp 7.400. 

Untuk itu, Dwi berharap untuk tahap awal pemerintah bisa menyediakan konverter kit secara gratis. Alasannya, untuk mengampanyekan penggunaan BBG secara luas. 

"Harganya memang sepertinya mahal di awal, tapi kalau melihat jauh ke depan tentu akan lebih hemat. Memang kendalanya untuk memasarkan ini adalah pengadaan konverter kit di awal," ujar Dwi, Senin (14/11). 

Sementara dari aspek keamanan, Dwi menegaskan keberadaan konverter kit dan tabung di bagian belakang mobil sangat aman. Dwi mengatakan, sejumlah tes tembak dengan peluru telah dilakukan terhadap tabung BBG. Hasilnya, peluru tidak bisa menembus dan merusak tabung. Dwi juga mendorong pemerintah daerah untuk ikut mendorong penggunaan BBG dibanding BBM. 

Sementara itu, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) IGN Wiratmaja Puja mengakui adanya hambatan konversi BBM ke BBG lantaran belum populernya converter kit yang harganya tergolong mahal. 

"Diversifikasi lumayan ada hambatan, terutama converter kit. Dalam Perpres, ESDM juga boleh sebarkan coverter kit untuk umum dan dinas. Masing-masing SPBG yang ada, kami sebarkan converter kit. Kami tunggur regulasi," ujarnya. 

 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA