Tuesday, 16 Safar 1441 / 15 October 2019

Tuesday, 16 Safar 1441 / 15 October 2019

Pemerintah: Tak Ada Kenaikan Elpiji Juli Ini

Ahad 19 Jul 2015 14:07 WIB

Rep: Sapto Andika Candra/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Pengisian LPG 3 Kg: Pekerja melakukan pengisian tabung Elpiji 3 Kg di SPBE Batavia Jaya Energi, Cakung, Jakarta Timur, Jumat (29/5). (Republika/ Yasin Habibi)

Pengisian LPG 3 Kg: Pekerja melakukan pengisian tabung Elpiji 3 Kg di SPBE Batavia Jaya Energi, Cakung, Jakarta Timur, Jumat (29/5). (Republika/ Yasin Habibi)

Foto: Republika/ Yasin Habibi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah menegaskan tidak akan ada kenaikan harga elpiji ukuran 3 kg pada momen pasca Lebaran ini. Artinya, sepanjang bulan Juli ini hingga Agustus belum ada wacana kenaikan harga gas melon. Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral IGN Wiratmaja Puja mengatakan, kewenangan kenaikan harga elpiji 3 kg memang ada di tangan pemerintah, berbeda dengan elpiji 12 kg yang menjadi tanah korporasi.

Wiratmaja mengungkapkan, meski untuk 3 kg tidak ada kenaikan, Pertamina memiliki kewenangan untuk mengeluarkan kebijakan terkait elpiji 12 kg.

"Sampai saat ini pemerintah belum mempertimbangkan untuk ada kenaikan harga gas elpiji 3 kg. Yang 12 kg itu corporate action, jadi Pak Dwi (Direktur Utama Pertamina) yang punya wewenang," ujar Wiratmaja, Sabtu (18/7).

Saat dikonfirmasi, Direktur Utama PT Pertamina (persero) Dwi Sucipto mengungkapkan bahwa masih ada dilema apabila pihaknya menaikkan harga elpiji jenis 12 kg. Dikhawatirkan, migrasi masyarakat dari elpiji 12 kg ke elpiji 3 kg semakin menjadi. Pasalnya, elpiji 3 kg bersubsidi dan sudah selayaknya digunakan oleh masyarakat yang berhak.

"Kita kan sering punya problem di 12 kg itu, kalau 12 kg dinaikkan kan orang akan pindah ke 3 kg. Jadi sebab itu, solusi diharapkan ke pemerintah bagaimana pengendalian dan peruntukkan 3 kg ini didefinisikan dengan jelas untuk masyarakat bawah, sehingga tidak semua berhak menggunakan yang 3 kg," ujar Dwi.

Dwi berharap pemerintah memiliki mekanisme kontrol yang baik agar penggunaan elpiji 3 kg tidak salah sasaran. Namun dirinya belum pasti kapan elpiji 12 kg mengalami kenaikan. Fokus Pertamina saat ini, ujar dia, adalah menjaga stok aman pasca Lebaran.

"Jadi mudah-mudahan kita bisa mengendalikan subsidi yang diperuntukkan untuk 3 kg. Kalau tidak kan budget yang ditentukan di APBN bisa dilampaui," lanjutnya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA