Friday, 16 Zulqaidah 1440 / 19 July 2019

Friday, 16 Zulqaidah 1440 / 19 July 2019

BI Prediksi April Terjadi Deflasi

Senin 21 Apr 2014 11:45 WIB

Red: Nidia Zuraya

Deflasi (ilustrasi)

Deflasi (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Bank Indonesia (BI) memprediksi pada April 2014 akan terjadi deflasi sebesar 0,08-0,1 persen (bulan ke bulan) atau menurun dibandingkan pada Maret 2014 yang mengalami inflasi 0,08 persen.

"Saya secara umum bisa mengatakan sampai minggu kedua ini, kami melihat April bisa deflasi," kata Gubernur BI Agus Martowardojo usai penandatanganan nota kesepahaman dengan pemerintah tentang pengendalian inflasi di Jakarta, Senin (21/4). Inflasi April 2014 tahunan juga diprediksi menurun dari 7,32 persen (yoy) menjadi 7,18 persen (yoy).

Ia menuturkan, estimasi deflasi April tersebut dapat tercapai apabila kondisi ekonomi perekonomian di dalam negeri relatif konsisten. BI mengamati bawah cabai merah dan beras memberikan kontribusi yang tinggi kepada deflasi.

"Cabai merah terlihat di Jawa Timur setelah erupsi Gunung Kelud, banyak yang menanam cabai dan membuat terjadinya koreksi harga cabai dan beras didukung oleh mulai ada panen yang melimpah," katanya.

Agus menambahkan, selain mengendalikan inflasi agar sesuai dengan target 2014 sebesar 4,5 plus minus satu persen, pemerintah juga perlu menjaga neraca transaksi berjalan ke level yang lebih sehat. "Secara umum Indonesia harus pelihara moneter yang ketat dan ini adalah untuk meyakini bukan hanya inflasi terjaga 4,5 plus minus satu persen tapi juga untuk mendorong terciptanya current account yang lebih sehat," ujar Agus.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA