Monday, 30 Sya'ban 1442 / 12 April 2021

Monday, 30 Sya'ban 1442 / 12 April 2021

TPID Jateng Gandeng Bulog Tekan Inflasi Akibat Harga Beras

Rabu 17 Jan 2018 14:45 WIB

Rep: Bowo Pribadi/ Red: Nur Aini

Harga Beras Naik. Pembeli memilih beras di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta, Kamis (11/1).

Harga Beras Naik. Pembeli memilih beras di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta, Kamis (11/1).

Foto: Republika/ Wihdan

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Tim Pengendali Inflasi Daerah(TPID) bersama dengan Bulog Divre Jawa Tengah telah mengambil langkah- langkah untuk menekan harga beras yang terus melonjak di pasaran. Upaya ini dilakukan agar inflasi pada bulan Januari tahun ini bisa terkendali.

Sekretaris II TPID Jawa Tengah, Rahmat Dwi Saputra mengatakan, dalam beberapa bulan terakhir di Jawa Tengah, ada lonjakan harga beras medium, dari harga eceran tertinggi (HET) Pemerintah Rp 9.350 per kilogram dan hari ini menjadi Rp 11.820 per kilogram. Sehingga, TPID bersama dengan Bulog Divre Jawa Tengah, menggelontorkan operasi pasar beras. Operasi pasar ini ada yang dilakukan di pasar-pasar tradisional dan langsung ke masyarakat.

"Untuk operasi pasar beras yang dilaksanakan di pasar- pasar tradisional memang pembelinya merupakan pedagang setempat, meski sebagian juga ada konsumen langsung yang membeli," ungkapnya, di Semarang, Rabu (17/1).

Tujuannya dilakukannya operasi pasar ini, kata Rahmat, agar harga beras di tingkat pasaran ini kembali terkendali minimal kembalimendekati HET yang sudah ditetapkan oleh pemerintah. Berdasarkan pantauan TPID, ujarnya, harga beras medium di Jawa Tengah per hari ini rata- rata berkisar Rp 11 ribu per kilogram. Melalui dukungan operasi pasar ini harga beras di pasaran akan dapat dikendalikan.

Apalagi, dalam waktu satu bulan lagi (bulanFebruari dan Maret) kemungkinan Jawa Tengah akan melakukan panen raya. "Sehingga harga beras medium di pasaran bisa kembali normal guna menjaga inflasi bulanJanuari 2018, " ujarnya.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah ini juga menyampaikan, secara historikal, pada bulan Januari ini inflasi Jawa Tengah seharusnya sudah menurun, dibandingkan dengan November dan Desember 2017 yang memang bersamaan dengan masa menjelang liburan akhir tahun. "Harapannya sih tidak jauh- jauh dari bulan Desember, bahkan bisa agak turun lagi. Apalagi kalau operasi pasar beras ini terus dilakukan," katanya.

Karena target penyerapan beras oleh Bulog masih 50 ribu ton hingga Maret 2018 nanti. Ditambah panen Februari- Maretnanti sudah panen raya, maka harapannya harga sudah terkendali dan inflasi Januariini tidak setinggi bulan Desember yang mencapai 0,71 persen.

Selain komoditas beras, harga komoditas lain yang masih mengalami kenaikan adalah cabai. Kendati begitu, Rahmat mengaku sudah melihat sendiri daerah penghasil cabai di Kabupaten Magelang. Salah satunya di daerah Grabag, yang merupakan salah satu sentra produsen cabai rawit merah yang akan segera panen. Sehingga ia pun berani memastikan pasokan cabai ini masih cukup aman.

Berdasarkan data Sistem Informasi Hargadan Produk Komoditi (SiHati) harga cabai merah keriting saat ini mencapai Rp 38 ribu per kilogram. Untuk cabai merah besar mencapai Rp 38.400 per kilogram.

Sedangkan harga cabai rawit merah kini mencapai Rp 48 ribu per kilogram. "Meski demikian, harga komoditas cabai rawitmerah ini belum termasuk tinggi dan harganya masih cukup terkendali, " kata Rahmat.

Baca juga: Harga Daging Ayam Naik, Pedagang Ancam Mogok Massal

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA