Tuesday, 23 Safar 1441 / 22 October 2019

Tuesday, 23 Safar 1441 / 22 October 2019

Gubernur BI Sebut Deflasi Bukan Cerminan Daya Beli Lemah

Selasa 05 Sep 2017 19:07 WIB

Rep: Debbie Sutrisno/ Red: Nur Aini

Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo menyampaikan hasil Rapat Dewan Gubernur di Jakarta, Selasa (22/8).

Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo menyampaikan hasil Rapat Dewan Gubernur di Jakarta, Selasa (22/8).

Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo mengatakan, adanya deflasi pada Agustus tidak mencerminkan bahwa daya beli masyarakat melemah. Deflasi ini lebih dikarenakan pemerintah berhasil menjaga agar harga tidak mengalami lonjakan secara tiba-tiba dengan kenaikan yang besar.

"Tidak (deflasi). Kalau kita melihat bahwa inflasi rendah itu karena transportasi khususnya udara dan antarkota itu terkoreksi turun," kata Agus di Istana Negara, Jakarta, Selasa (5/9).

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan terjadi deflasi pada Agustus 2017 sebesar 0,07 persen. Adapun inflasi tahun kalender sebesar 2,53 persen, dan inflasi tahun ke tahun mencapai 3,82 persen.

Kemudian untuk harga pangan yang bisa terjaga rendah dikarenakan upaya pemerintah untuk mengendalikan inflasi. Menurutnya, jika masih ada inflasi pada Agustus lebih dikarenakan adanya kebutuhan masyarakat di sektor pendidikan, sehingga cukup banyak alokasi dana yang digunakan untuk mendukung pendidikan.

Selain itu, pemerintah dalam beberapa tahun terakhir juga berhasil menjaga inflasi inti tetap rendah. Agus mengatakan dibandingkan sejumlah negara berkembang lain, Indonesia termasuk berhasil dalam pengendalian harga.

Meski demikian, Agus masih berharap dalam semester II 2017 konsumsi masyarakat bisa kembali naik. Sebab dibandingkan kuartal yang sama pada tahun sebelumnya masih ada penurunan.

"Jadi kita mengharapkan di semester II ini akan ada perbaikan," ujarnya.


BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA