Sunday, 21 Ramadhan 1440 / 26 May 2019

Sunday, 21 Ramadhan 1440 / 26 May 2019

Pemerintah Bangun Jaringan Gas Lebih Hemat dari Elpji

Rabu 05 Apr 2017 05:34 WIB

Rep: Frederikus Bata/ Red: Budi Raharjo

Sejumlah pekerja sedang memasang jaringan pipa distribusi gas milik PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN).

Sejumlah pekerja sedang memasang jaringan pipa distribusi gas milik PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN).

Foto: foto istimewa

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Pemerintah berkomitmen menyediakan energi murah, bersih dan ramah lingkungan. Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM)  IGN Wiratmaja Puja mengatakan salah satunya dengan pembangunan jaringan gas rumah tangga (jargas).

"Pembangunan jargas rumah tangga adalah salah satu upaya pemerintah untuk menyediakan energi bersih, murah dan ramah lingkungan, terutama untuk para ibu, sehingga hemat biaya," ujar Wirat lewat keterangan tertulis, di Jakarta, pada Rabu (5/4).

Ia menerangkan, jargas untuk rumah tangga selain murah juga sangat praktis, karena gas sudah langsung mengalir ke masing masing rumah tangga serta dapat digunakan 24 Jam. "Harga gas tentu jadi lebih murah. Misalnya untuk rumah tangga, kalau keluarga biasanya beli 3 tabung elpiji, kan sekitar Rp 60.000 per bulan. Kalau gas rumah tangga hanya Rp 30.000-35.000 per bulan. Lebih hemat 40-50 persen tidak perlu menenteng tabung, dan sebagainya," tutur Wirat.

Pembangunan jargas rumah tangga ini diutamakan bagi daerah penghasil gas, salah contoh kota Bontang, sehingga masyarakat Bontang juga dapat menikmati manfaat gas bumi. "Alhamdullilah, dengan dukungan dan sinergi dari pemerintah pusat, tahun ini kami kami tidak hanya melihat asapnya saja, tetapi manfaatnya juga. Pemerintah kota Bontang siap mengawal kebijakan ini," ujar Walikota Bontang, Neni Moerniani.

Pada 2017, direncanakan terbangun 60.000 sambungan rumah (SR) dengan dana APBN sebesar Rp 1,4 trilliun. Diharapkan dapat ground breaking pada April-Mei 2017. Dengan skema penugasan pada PT Pertamina (Persero) dan PT PGN (Tbk).

Sebelumnya, Kementerian ESDM  telah menandatangani nota kesepahaman pembangunan jaringan gas rumah tangga dengan 9 pemerintah kabupaten/kota meliputi Kabupaten Musi Banyuasin, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Kabupaten Muara Enim, Kabupaten Mojokerto, Kota Bandar Lampung, Kota Mojokerto, Kota Pekanbaru, Kota Samarinda dan Kota Bontang. 

Kementerian ESDM telah melaksanakan pembangunan jargas sejak tahun 2009 sampai dengan tahun 2016 dengan jumlah sambungan sebesar 185.991 (SR) di 14 Provinsi meliputi 26 kabupaten/kota.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA