Tuesday, 8 Ramadhan 1442 / 20 April 2021

Tuesday, 8 Ramadhan 1442 / 20 April 2021

Pemda Harus Siapkan Program Khusus Serap Dana Desa

Kamis 30 Mar 2017 03:23 WIB

Rep: Debbie Sutrisno/ Red: Nidia Zuraya

Dana Desa

Dana Desa

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah Daerah (Pemda) baik tingkat kabupaten/kota harus menyusun program utama yang bisa menunjang perekonomian di pedesaan melalui program dana desa. Prorgram ini tergantung kebutuhan dengan melihat potensi dari desa tersebut.

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (PDT) Eko Putro Sandjoyo mengatakan, pada 2015 dan 2016 pemerintah telah meminta setiap desa melakukan perbaikan infrastruktur dasar seperti pembangunan jalan, irigasi untuk pertanian, saluran air baku, tempat mandi cuci kakus (MCK), jembatan, hingga pembangunan tempat pendidikan anak usia dini (PAUD). Sementara untuk tahun ini, pemerintah berharap desa sudah bisa mengalokasikan anggaran dana desa untuk program yang lebih menunjang perekonomian secara langsung.

"Tahun ini pemerintah berharap dana desa bukan hanya memenuhi infrastruktur dasar, tapi juga menjadi stimulus perekonomian desa," kata Eko usai rapat terbatas di kantor presiden, Rabu (29/3).

Eko menyebut bahwa pemerintah daerah harus membuat klasterisasi desa sehingga setiap desa mempunyai skala produksi besar. Setiap program yang dirancang harus terintegrasi dari hulu hingga hilir.

Sektor yang saat ini harus dikembangkan seperti sektor pertanian, 85 persen desa memiliki produksi pertanian. Untuk mengembangkan sektor ini, maka perangkat desa harus membuat program yang bisa menunjang produksi pertanian.

Selain itu, terdapat juga program pengadaan sarana dan prasarana pascapanen. Dengan mengitegrasikan produksi dan pascapanen, produk pertanian yang dihasilkan tidak akan anjlok karena desa itu sendiri memiliki program yang bisa membuat produksi pertanian memiliki harga tinggi.

Selain itu, dengan adanya fokus program pertanian yang akan dikembangkan, kementerian terkait juga bisa lebih mudah memberikan bantuan kepada para petani. Misalnya ketika sebuah daerah akan fokus dalam pengembangan pertanian jagung, Kementerian Pertanian akan memberikan bantuan untuk bibit, pupuk yang cocok, dan dipersiapkan bantuan pascapanen jagung.

Melalaui program yang lebih spesifik dan benilai jual tinggi dari hulu hingga hilir, diharap akan muncul peluang pekerjaan baru di pedesaan. Sektor pertanian pun kemudian tidak hanya dinikmati oleh petani sematan, tapi oleh masyarakat lain yang ikut serta di hilir dari pertanian tersebut.

"Ini bukan hanya di pertanian, ada juga di sektor perikanan, pariwisata. Tergantung dengan kebutuhan desanya," ujar Eko.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA