Monday, 21 Rabiul Awwal 1441 / 18 November 2019

Monday, 21 Rabiul Awwal 1441 / 18 November 2019

Anggaran Cost Recovery akan Ditekan 2 Miliar Dolar AS

Kamis 22 Sep 2016 17:37 WIB

Rep: Frederikus Bata/ Red: Nur Aini

Plt Menteri ESDM Luhut Pandjaitan

Plt Menteri ESDM Luhut Pandjaitan

Foto: Antara/ Akbar Nugroho Gumay

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Komisi VII DPR RI telah menyetujui anggaran pengganti biaya operasi (cost recovery) kegiatan hulu minyak dan gas bumi tahun ini sebesar 10,4 miliar dolar AS. Itu sesuai ketetapan pemerintah  dalam asumsi dasar RAPBN 2017 sebagai dana yang akan disetor ke Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS). Namun, Pelaksana Tugas (PLT) Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan nilai cost recovery tersebut masih akan ditekan lagi.

Jumlah demikian di bawah usulan Satuan Kerja Khusus (SKK) Migas yakni sebesar 11,77 miliar dolar AS. Luhut belum merincikan detail penekanan anggaran tersebut.

"Kita nggak tau, saya sudah bilang tadi, banyak itemnya, bisa dari pesawat terbang, bisa dari pipa, di tempat ini dan itu kan beda, jadi musti satu per satu," ujarnya di kompleks parlemen, Jakarta, Kamis (22/9).

Luhut mengatakan tahun depan pihaknya berupaya terus menekan cost recovery. Menurut dia, ini upaya melakukan penghematan dana negara.

"Sekarang kan 10,4 miliar dolar AS, mungkin tahun depan satu setengah atau dua miliar dolar AS dihemat," ujarnya.

Luhut menyoroti dampak cost recovery terhadap sektor industri. Menurut dia, para pelaku industri bakal lebih menggunakan bakal lebih menggunakan produk lokal.



BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA