Sunday, 16 Muharram 1444 / 14 August 2022

Sandiaga Dukung Kebangkitan Industri Musik Setelah Pandemi Terkendali

Jumat 01 Jul 2022 06:38 WIB

Red: Andi Nur Aminah

Menparekraf Sandiaga Uno

Menparekraf Sandiaga Uno

Foto: ANTARA/Aprillio Akbar
Caranya dengan menyelenggarakan kembali berbagai acara musik di Indonesia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno menyatakan dukungannya terhadap kebangkitan industri musik nasional setelah pandemi Covid-19 terkendali. Caranya dengan menyelenggarakan kembali berbagai acara musik di Indonesia.

"Kami terus menggelorakan berbagai acara agar bisa dilaksanakan seiring dengan terkendalinya pandemi, seiring dengan lebih banyaknya acara yang akan digelar," ujarnya usai menghadiri ajang "Malam Puncak Lomba Karya Musik Anak Komunitas" di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Kamis (30/6/2022) malam.

Baca Juga

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif memproyeksikan ada 20 juta orang yang bekerja pada sektor ekonomi kreatif. Apabila melihat akarnya, katanya, justru ada di industri musik.

Selama pandemi yang berlangsung sekitar dua tahun, industri musik menghadapi tantangan utama tidak bisa berkegiatan. Karena ada pembatasan aktivitas masyarakat yang berdampak terhadap pembatalan konser dan live music.

Pemerintah lantas memfasilitasi para musisi untuk masuk ke platform digital sebagai bagian dari proses transisi. Saat ini, kata Menteri Sandiaga, sebagian musisi sudah bisa tampil secara digital. Meski demikian, pertunjukan musik yang identik dengan aspek secara fisik masih sangat ditunggu, baik oleh para musisi maupun penikmat musik di Indonesia.

Sandiaga optimistis industri musik nasional bangkit dengan warna yang beragam, seperti perpaduan antara karya musik tradisional dan karya musik modern. "Indonesia memiliki keunggulan karena keberagaman budaya kita. Suatu saat kita akan menang Grammy Awards. Saya cukup yakin," ucapnya.

 

sumber : Antara
Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA