Kamis 15 Jul 2021 15:30 WIB

Warning ET: BUMN Jangan Berpikir Selalu Diselamatkan Negara

Transformasi menyeluruh tak hanya model bisnis dan operasional, tapi juga SDM.

Rep: Muhammad Nursyamsi/ Red: Fuji Pratiwi
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir. Erick menyampaikan pentingnya transformasi menyeluruh BUMN.
Foto: Republika/Abdan Syakura
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir. Erick menyampaikan pentingnya transformasi menyeluruh BUMN.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan pandemi memberikan pelajaran bagi Indonesia bahwa cara-cara lama dengan dengan melimpahnya pasar dan sumber daya alam (SDA) tidak cukup membuat bangsa ini kebal dari gejolak ekonomi dan tantangan yang sekarang terjadi. Erick menyebut dua kekuatan dari sisi pasar dan SDA pun tidak lagi cukup untuk menjadikan BUMN kompetitif saat ini.

Hal ini disampaikan Erick saat refleksi 1 tahun Akhlak BUMN dan Akhlak Award 2021 yang diselenggarakan ACT Consulting Internasional secara virtual pada Kamis (15/7). Acara ini juga dihadiri mantan menteri BUMN seperti Tanri Abeng, Mustafa Abubakar, dan Dahlan Iskan. Erick bersyukur mendapat banyak masukan dari para menteri BUMN tersebut. 

Baca Juga

"Kita tahu masukan-masukan ini hal yang sangat baik karena kita perlu transformasi menyeluruh, tidak hanya model bisnis dan operasionalnya, tapi yang terpenting juga transformasi human capital (SDM)," ujar Erick.

Erick mengatakan, keluarga besar Kementerian BUMN dan BUMN telah disatukan oleh misi yang sama yakni BUMN untuk Indonesia dengan nilai-nilai yang sama yaitu core value Akhlak dalam setahun terakhir. Misi dan nilai-nilai tersebut bagian dari upaya transformasi menyeluruh di BUMN serta menjadi arah dan pijakan BUMN untuk naik kelas dan berkompetisi kompetisi secara global.

Erick meminta BUMN segera keluar dari zona nyaman dan menanggalkan pola pikir BUMN akan selalu diselamatkan pemerintah meski memiliki kasus atau kinerja buruk.

"Pola pikir ini yang harus kita bongkar dan tinggalkan. Karena kalau BUMN roboh, banyak kehilangan public service yang selama ini membantu rakyat pada kondisi kritikal," ucap Erick. 

Erick selalu mengingatkan manajemen BUMN untuk tetap memegang amanah dalam mengelola kekayaan negara yang menjadi penopang dan lokomotif ekonomi bangsa. Oleh karena itu, Erick menilai tantangan menjalankan core value Akhlak bukan hanya bagi insan BUMN, melainkan juga bangsa Indonesia.

Tak ubahnya seorang bayi yang baru lahir yang mana masa-masa pertumbuhan optimal manusia di tahun pertama kehidupannya, Erick juga  menilai core values Akhlak saat ini berada pada masa golden age. Ia meminta BUMN tak menyia-nyiakan golden age ini agar transformasi Akhlak terjadi.

"Karena kami memiliki forum human capital yang juga bisa bersinergi, kita juga membentuk Srikandi BUMN dan BUMN Muda sebagai mitra strategis Kementerian BUMN," kata Erick menambahkan. 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement