Saturday, 18 Safar 1443 / 25 September 2021

Saturday, 18 Safar 1443 / 25 September 2021

JICT Pastikan Terus Investigasi Praktik Pungli di Pelabuhan

Rabu 16 Jun 2021 18:38 WIB

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Nidia Zuraya

Aktivitas bongkar muat peti kemas di terminal peti kemas Jakarta International Cointainer Terminal (JICT), Tanjung Priok, Jakarta.

Aktivitas bongkar muat peti kemas di terminal peti kemas Jakarta International Cointainer Terminal (JICT), Tanjung Priok, Jakarta.

Foto: Republika/Agung Supriyanto
JICT menjalankan program whistle blowing untuk memberantas pungli di pelabuhan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Jakarta International Container Terminal (JICT) memastikan investigasi terkait praktik pungutan liar (pungli) di pelabuhan akan terus dilakukan. Wakil Direktur Utama JICT Budi Cahyono mengatakan terus mendukung upaya pemerintah dan aparat dalam membersihkan pungli di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok.

"Kami terus menginvestigasi adanya pungli di JICT yang beredar beberapa hari ini. Dapat kami pastikan bahwa JICT akan menindak tegas oknum yang melanggar hukum," kata Budi dalam konferensi video, Rabu (16/6).

Baca Juga

Dia mengatakan, JICT juga menjalankan program whistle blowing. Selain itu juga menyediakan saluran khusus pengaduan pelayanan termasuk anti pungli.

Budi juga tidak membenarkan informasi yang beredar selama ini terkait pemberian tip di kawasan pelabuhan. "Kalau tidak diberi tip tidak dilayani. Ini tidak mungkin karena semua perintah dilakukan melalui sistem. Jadi kalau ada pertanyaan kenapa harus diberikan tip, karena diberi atau tidak pasti dilayani sesuai dengan yang sudah ditetapkan," ungkap Budi.

Sementara itu, Direktur Utama JICT Ade Hartono mengimbau pengguna jasa untuk bekerja sama dalam memberantas pungli. Dengan begitu menurut Ade dapat bekerja sama dalam ciptakan pelabuhan yang bersih dari pungli.

"Kami sudah melakukan upaya kuat menciptakan itu. Namun ini perlu kerja sama oleh pengguna jasa kita. Pelabuhan yang bersih tidak bisa dari sendiri jadi bersama-sama stakeholders di pelabuhan," ungkap Ade.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA