Tuesday, 14 Safar 1443 / 21 September 2021

Tuesday, 14 Safar 1443 / 21 September 2021

Konservasi Bekantan, Pemkab Batola Apresiasi Pertamina

Ahad 13 Jun 2021 06:42 WIB

Rep: Intan Pratiwi/ Red: Gita Amanda

Bupati Barito Kuala, Noorliliyani AS, memberikan penghargaan kepada Pertamina atas kontribusinya dalam melestarikan habitat bekantan melalui Program Konservasi Bekantan dan Pemberdayaan Masyarakat di Kawasan Pulau Curiak Barito Kuala.

Bupati Barito Kuala, Noorliliyani AS, memberikan penghargaan kepada Pertamina atas kontribusinya dalam melestarikan habitat bekantan melalui Program Konservasi Bekantan dan Pemberdayaan Masyarakat di Kawasan Pulau Curiak Barito Kuala.

Foto: Pertamina
Penghargaan diberikan Bupati Barito Kuala saat memperingati Hari Lingkungan Sedunia

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bupati Barito Kuala, Noorliliyani AS, memberikan penghargaan kepada Pertamina atas kontribusinya dalam melestarikan habitat bekantan melalui Program Konservasi Bekantan dan Pemberdayaan Masyarakat di Kawasan Pulau Curiak Barito Kuala. Penghargaan diberikan Bupati Barito Kuala saat memperingati Hari Lingkungan Sedunia di Kawasan Konservasi Bekantan Pulau Curiak pada (07/06).

Program konservasi yang dijalankan sejak tahun 2015 ini dilakukan Pertamina bekerja sama dengan Yayasan Sahabat Bekantan Indonesia dengan melibatkan masyarakat melalui Kelompok Nelayan dan Kelompok Sadar Wisata yang ada.

“Melindungi Bekantan dan menyelamatkan Ekosistem Lahan Basah merupakan peran kita bersama baik Pemerintah, Universitas, Komunitas dan Dunia Usaha. Terima kasih kepada Pertamina atas kontribusinya kepada masyarakat Kabupaten Barito Kuala dan konservasi Bekantan”, ujar Noormiliyani.

Komitmen Pertamina bagi lingkungan telah dilakukan sejak tahun 2015 yang kala itu diinisiasi dengan kegiatan evakuasi dan rehabilitasi bekantan sebagai maskot Kalimantan Selatan. Dalam kurun waktu 4 tahun terakhir telah dilakukan 40 kali pelepasliaran bekantan, dengan hasil penghitungan jumlah bekantan dari 14 menjadi 28 ekor bekantan pada tahun 2021 dan penanaman 4.000 bibit mangrove. Pelepasliaran bekantan dan dukungan penciptaan alam hidup bekantan merupakan keberhasilan program konservasi ini yang melibatkan sinergi berbagai pihak di Pulau Curiak.

Kegiatan ini dihadiri Pertamina, Bupati Barito Kuala, Sekda Barito Kuala, DRPD Kalsel, Kadis DLH Barito Kuala, Kapolres Barito Kuala, Camat Anjir Muara, Universitas Lambung Mangkurat dan Forkopimda lainnya merupakan sinergi berbagai pihak dalam mendukung “Restoration Ecosystem” pada peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2021 yang difokuskan di Taman Buah Lokal Desa Wisata Muara Kanoco dan Kawasan Konservasi Pulau Curiak.

Unit Manager Comm, Rel. & CSR MOR VI Pertamina Regional Kalimantan, Susanto August Satria menjelaskan program konservasi bekantan ini merupakan salah satu program unggulan CSR. Dengan menjalankan program konservasi bekantan ini, Pertamina raih penghargaan Indonesia Green Awards 2021 dari The La Tofi School of CSR untuk 2 kategori, Mengembangkan Keanekaragaman Hayati dan Pengembangan Wisata Konservasi Alam. Diharapkan program ini dapat dilanjutkan melalui replikasi program di sekitar area konservasi bekantan Barito Kuala. Program ini sendiri sebagai bagian program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) Pertamina yang masuk ke dalam salah satu dari empat pilar program TJSL Pertamina, Pertamina Hijau. Adapun tiga program TJSL Pertamina lainnya antara lain Pertamina Sehati, Pertamina Cerdas dan Pertamina Berdikari.

“Semoga dengan penghargaan yang diberikan oleh Pemkab Barito Kuala, menjadi penambah semangat untuk Pertamina berbuat memberikan manfaat bagi masyarakat dan alam sekitar melalui program-program TJSL yang inovatif,” tutup Satria.


BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA