Sabtu 13 Feb 2021 21:43 WIB

Begini Antisipasi Bandara Halim Perdanakusuma Cegah Banjir

Perseroan telah mengambil sejumlah langkah antisipasi guna memperkuat sistem drainase

PT Angkasa Pura II (Persero) bersiaga memastikan Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, bebas dari banjir pada awal tahun ini. Sejumlah persiapan dan perbaikan telah dijalankan PT Angkasa Pura II agar banjir pada awal 2020 di Bandara Halim Perdanakusuma tidak berulang kembali.
Foto: istimewa
PT Angkasa Pura II (Persero) bersiaga memastikan Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, bebas dari banjir pada awal tahun ini. Sejumlah persiapan dan perbaikan telah dijalankan PT Angkasa Pura II agar banjir pada awal 2020 di Bandara Halim Perdanakusuma tidak berulang kembali.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Angkasa Pura II (Persero) bersiaga memastikan Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, bebas dari banjir pada awal tahun ini. Sejumlah persiapan dan perbaikan telah dijalankan PT Angkasa Pura II agar banjir pada awal 2020 di Bandara Halim Perdanakusuma tidak berulang kembali. 

President Director PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin mengatakan perseroan telah mengambil sejumlah langkah antisipasi untuk memperkuat sistem drainase di bandara tersebut. “Sesuai arahan Menteri Perhubungan saat melakukan inspeksi di Bandara Halim Perdanakusuma beberapa waktu lalu, kami telah melakukan langkah antisipasi baik itu jangka pendek mau pun jangka panjang untuk mengupayakan agar Bandara Halim Perdanakusuma tetap bebas banjir di puncak musim penghujan pada awal tahun ini sehingga penerbangan dapat berjalan lancar dan aktivitas masyarakat tidak terganggu,"katanya. 

Adapun sistem drainase Bandara Halim Perdanakusuma saat ini sudah diperkuat dua kolam resapan air yakni yang ada di sisi utara dan sisi selatan. 

Director of Technic PT Angkasa Pura II Agus Wialdi menuturkan pada tahun lalu dan awal tahun ini dilakuan peningkatan kapasitas kedua kolam resapan tersebut.“Kapasitas kolam resapan sudah ditingkatkan. Pada Januari - Februari 2020 selesai dilakukan pelebaran dan penambahan kolam penampung di sisi selatan. Lalu, pada November 2020 dilakukan kembali pelebaran dan pendalaman di kolam sisi utara dan sisi selatan,” ujar Agus Wialdi. 

Sementara itu, lanjut Agus Wialdi, pada Februari 2021 kembali dilakukan pendalaman kolam selatan dengan cara penggalian menggunakan alat berat backhoe agar dapat menampung air lebih banyak. 

“Pertama-tama kolam retensi dikeringkan dari air, menggunakan pompa. Kemudian, alat berat backhoe masuk ke dalam kolam untuk penggalian sehingga daya tampung air bisa lebih banyak. Secara keseluruhan, saat ini Bandara Halim Perdanakusuma sudah memiliki kolam yang memadai,” jelas Agus Wialdi. 

Agus Wialdi melanjutkan, saluran air di sisi udara tepatnya di sepanjang Taxiway C sampai ke area kargo juga telah dilebarkan dan dilakukan normalisasi. “Kami juga memastikan manhole (penutup saluran drainase) dan saluran drainase dapat berfungsi dengan baik. Seluruh pintu air di kolam penampungan juga dipastikan dapat bekerja dengan baik.”

Mobil pompa air

Adapun Bandara Halim Perdanakusuma saat ini juga diperkuat mobil pompa air dari Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung - Cisadane sebagai amunisi guna memastikan bandara bebas banjir.

Executive General Manager Bandara Halim Perdanakusuma Marsma Pnb TNI Nandang Sukarna mengatakan mobil pompa tersebut sudah digunakan sejak 8 Februari 2021. 

“Atas dukungan dari Kementerian PUPR, mobil pompa dari Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung - Cisadane sudah datang di Bandara Halim Perdanakusuma pada 7 Februari. Kemudian, pada 8 Februari, mobil pompa sudah digunakan untuk mendukung Bandara Halim Perdanakusuma bebas banjir,” ujar Marsma Pnb TNI Nandang Sukarna.

Di samping penambahan dan peningkatan kapasitas infrastruktur sistem drainase, Bandara Halim Perdanakusuma juga menerapkan prosedur baru untuk mengantisipasi banjir seperti misalnya pengecekan khusus dilakukan di seluruh area ketika hujan turun lebih dari 1 jam, lalu frekwensi pembersihan sampah di area kolam penampung dan saluran drainase ditingkatkan, serta koordinasi berkelanjutan dengan tim Kementerian PUPR dan Lanud Halim Perdanakusuma terkait sistem drainase. 

Bandara Halim Perdanakusuma memiliki total luas area sekitar 165 hektare, dengan luas terminal penumpang pesawat 21.108 meter persegi, luas apron 152.100 meter persegi, luas area kargo 1.685 meter persegi, dan runway berdimensi 3.000 x 45 meter. 

Jumlah pergerakan penumpang di bandara ini sempat menyentuh 6 juta orang per tahun. Bandara ini dikenal dengan multiple airport yang melayani berbagai jenis penerbangan, yakni penerbangan reguler berjadwal, penerbangan charter, penerbangan VIP/VVIP, penerbangan militer, penerbangan medivac (medis), penerbangan kargo, penerbangan private, dan penerbangan untuk latihan. 

Bandara Halim Perdanakusuma juga turut mendukung Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di DKI Jakarta, khususnya terkait dengan protokol kesehatan seperti menerapkan jaga jarak, mewajibkan penggunaan masker, dan memastikan penumpang pesawat memenuhi persyaratan perjalan dengan pesawat semisal harus memiliki tes covid-19 yang masih berlaku.  

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement