Tuesday, 18 Rajab 1442 / 02 March 2021

Tuesday, 18 Rajab 1442 / 02 March 2021

Beras Impor Rembes, Kementan: 2 Perusahan Diproses Bareskrim

Selasa 26 Jan 2021 00:39 WIB

Red: Nur Aini

Sejumlah pekerja memanggul beras yang akan dinaikan ke atas mobil di Pasar Induk Cipinang , Jakarta, Selasa (27/10). Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menyatakan bahwa stok beras pada akhir tahun secara akumulatif bakal mencapai 7,45 juta ton. Volume ini akan menjadi stok awal pada 2021.Prayogi/Republika

Sejumlah pekerja memanggul beras yang akan dinaikan ke atas mobil di Pasar Induk Cipinang , Jakarta, Selasa (27/10). Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menyatakan bahwa stok beras pada akhir tahun secara akumulatif bakal mencapai 7,45 juta ton. Volume ini akan menjadi stok awal pada 2021.Prayogi/Republika

Foto: Prayogi/Republika
Dua perusahaan disegel karena diduga menjual beras impor di pasar induk Cipinang

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Pertanian (Kementan) menyebutkan dua perusahaan yang diduga melakukan penjualan beras impor Jasmine Rice di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) kini tengah diproses oleh Bareskrim Polri.

Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi IV DPR, Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementan Suwandi menjelaskan beras impor asal Vietnam dengan kemasan beras Jasmine telah diangkut oleh pihak Kepolisian dari Pasar Cipinang, Jakarta Timur.

"Barang beras yang sudah (rembes) di Pasar Cipinang sudah diambil Polisi, beserta karungnya. Yang kedua, dua pabrik atau dua perusahaan gudangnya sudah disegel atau police line dan dua perusahaan itu sudah diproses di Bareskrim," kata Suwandi dalam RDP yang digelar Komisi IV di Gedung DPR/MPR Senayan Jakarta, Senin (25/1).

Baca Juga

Seperti diberitakan sebelumnya, rembesnya beras impor asal Vietnam jenis jasmine rice di Pasar Induk Beras Cipinang menimbulkan kekhawatiran bagi para pedagang. Persatuan Pengusaha Penggilingan Padi dan Beras (Perpadi) menyatakan temuan beras Jasmine dijual dengan harga relatif murah. Setelah kemasannya dibuka, ternyata beras tersebut merupakan beras premium biasa.

Dalam RDP tersebut, Direktur Utama PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) Arief Prasetyo Adi menjelaskan PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) Persero dan PT Sarinah mendapat tugas impor beras khusus.

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA