Kamis 26 Nov 2020 16:32 WIB

Waskita Karya Kebut Pengerjaan 3 Ruas Tol di Jawa Timur

Tiga ruas tol yang dikerjakan bernilai investasi Rp 12,22 triliun.

Rep: Novita Intan/ Red: Friska Yolandha
PT Waskita Karya (Persero) Tbk berupaya ekspansif melakukan pengembangan infrastruktur di Jawa Timur. Saat ini ada tiga ruas tol yang pembangunannya dilakukan oleh perseroan antara lain pertama ruas Tol Krian-Legundi-Bunder-Manyar (KLBM) sepanjang 38,29 kilometer dengan nilai investasi sebesar Rp 12,22 triliun.
Foto: ANTARA/Muhammad Bagus Khoirunas
PT Waskita Karya (Persero) Tbk berupaya ekspansif melakukan pengembangan infrastruktur di Jawa Timur. Saat ini ada tiga ruas tol yang pembangunannya dilakukan oleh perseroan antara lain pertama ruas Tol Krian-Legundi-Bunder-Manyar (KLBM) sepanjang 38,29 kilometer dengan nilai investasi sebesar Rp 12,22 triliun.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Waskita Karya (Persero) Tbk berupaya ekspansif melakukan pengembangan infrastruktur di Jawa Timur. Saat ini ada tiga ruas tol yang pembangunannya dilakukan oleh perseroan antara lain pertama ruas Tol Krian-Legundi-Bunder-Manyar (KLBM) sepanjang 38,29 kilometer dengan nilai investasi sebesar Rp 12,22 triliun. 

Kedua, ruas Tol Pasuruan-Probolinggo sepanjang 43,75 km dengan nilai investasi sebesar Rp 6,36 triliun. Ketiga, ruas Tol Probolinggo-Banyuwangi dengan nilai kontrak sebesar Rp 1,05 triliun.

Direktur Utama Waskita Karya, Destiawan Soewardjono, mengatakan pembangunan Jalan Tol KrianLegundi-Bunder-Manyar akan memberikan aksesibilitas atau mobilisasi yang sangat baik bagi kendaraan logistik ke kawasan industri Java Integrated and Ports Estate (JIIPE), yang merupakan kawasan industri terintegrasi pertama di Indonesia dan terbesar di Jawa Timur. 

“Tol KLBM akan segera diresmikan sehingga bisa dibuka untuk umum. Tol ini akan menjadi backbone pada jalur logistik di Jawa Timur,” ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (26/11).

Destiawan merinci pembangunan Tol KLBM terdiri atas empat seksi. Pada Seksi 1 Krian-Kademean Mengganti sepanjang 9,77 km dengan progres konstruksi telah mencapai 100 persen. 

Kemudian Seksi 2 Kademean Mengganti Boboh sepanjang 8,83 km progres konstruksi telah mencapai 100 persen. Selanjutnya Seksi 3 Boboh-Bunder sepanjang 10,40 km progres konstruksi telah mencapai 100 persen. 

“Sedangkan Seksi 4 ruas Bunder-Manyar belum bisa dipastikan kapan rampung lantaran terhambat pandemi Covid-19, sehingga alokasi anggaran untuk melanjutkan pengerjaannya terkena refocusing,” ucapnya.

Kemudian pembangunan ruas Tol Pasuruan-Probolinggo terdiri atas 4 Seksi. Pada Seksi 1-3 telah beroperasi, sedangkan Seksi 4 masih dalam proses konstruksi. 

“Ruas tol ini memberikan aksesibilitas atau mobilisasi yang sangat baik bagi kendaraan logistik, sehingga meningkatkan produktivitas kegiatan dan menciptakan kebangkitan perekonomian, serta menciptakan lapangan kerja. Dalam proyek ini pemegang konsesi adalah PT Trans Jawa Paspro Jalan Tol,” jelasnya.

Selanjutnya perkembangan proyek Tol Probolinggo-Banyuwangi memiliki waktu pengerjaan sekitar 730 hari kalender. Adapun ruas ini akan dikelola oleh PT Jasa Marga (Persero) Tbk, Waskita hanya sebagai kontraktor pada paket I yang ber-JO dengan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk.

"Untuk kontrak paket ini sudah dapat namun Surat Perintah Mulai Kerja nya (SPMK) masih menunggu dari Jasa Marga," ucapnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement