Wednesday, 17 Rabiul Akhir 1442 / 02 December 2020

Wednesday, 17 Rabiul Akhir 1442 / 02 December 2020

Tiga Pekerjaan Tol Pondok Aren-Serpong Serap 1.000 Pekerja

Kamis 01 Oct 2020 05:05 WIB

Red: Indira Rezkisari

Sejumlah mobil memasuki gerbang tol ruas Serpong-Pondok Aren.

Sejumlah mobil memasuki gerbang tol ruas Serpong-Pondok Aren.

Foto: Muhammad Iqbal/Antara
Kementerian PUPR dorong pekerjaan terus berjalan di tengah pandemi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) berharap tiga pekerjaan konstruksi di Tol Pondok Aren-Serpong dapat menyerap lebih dari 1.000 pekerja.

"Tiga pekerjaan konstruksi di Tol Pondok Aren–Serpong ini bisa menyerap lebih dari 1.000 pekerja, tentu ini hal yang menggembirakan,” ujar Direktur Jenderal Bina Marga Hedy Rahadian dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (30/9).

Menurut Hedy, Kementerian PUPR mendorong kegiatan pembangunan infrastruktur terus berjalan karena merupakan salah satu sektor yang dapat menggerakan perekonomian di masa pandemi Covid–19. Kementerian PUPR bersama Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) PT Bintaro Serpong Damai memulai tiga pekerjaan proyek konstruksi di Tol Pondok Aren–Serpong dalam rangka mengatasi kemacetan dan banjir di Tangerang Selatan.

Tiga pekerjaan tersebut adalah pertama, proyek konstruksi tidak sebidang ramp junction Serpong dengan exit ramp Pamulang untuk mencegah potensi kecelakaan. Kedua, konstruksi penanganan banjir KM 8 untuk mencegah terjadinya banjir yang disebabkan adanya persilangan dengan Kali Cibenda sehingga terjadi penyempitan sungai menuju Situ Parigi dan penurunan kapasitas saluran air di bawah jalan tol.

Ketiga, konstruksi tidak sebidang akses on ramp Rawa Buntu pada Jalan Tol Ruas Pondok Aren–Serpong untuk menghilangkan pertemuan kendaraan yang keluar dari Tol Pondok Aren–Serpong dan yang akan masuk jalan tol. Selain itu juga untuk mengatasi kemacetan akibat aktivitas penumpang/kendaraan di Stasiun Rawabuntu.

Pada pekerjaan infrastruktur Kementerian PUPR menekankan empat hal. Pertama masalah kualitas di mana spesifikasi harus sesuai dengan kontrak. Kedua, masalah keamanan, diharapkan ada rencana yang jelas dari pelaksana di lapangan agar dapat mencapai zero accident. Ketiga, masalah kesehatan, diharapkan para pekerja di lapangan bisa disiplin menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Keempat masalah lingkungan, diharapkan ada rencana supaya saat konstruksi berlangsung tidak terjadi banjir baik di tol maupun yang berdampak ke pemukiman masyarakat.


sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA