Rabu 23 Sep 2020 13:12 WIB

KKP Dorong UMKM Perikanan Manfaatkan Dunia Digital

Saat ini KKP telah menyeleksi lebih dari 1.300 UMKM yang memiliki produk unggulan

Rep: m nursyamsi/ Red: Hiru Muhammad
Pedagang dan pembeli melakukan transaksi saat kegiatan Pasar Gotong Royong Krama Bali di kawasan Renon, Denpasar, Bali, Jumat (14/8/2020). Kegiatan yang diselenggarakan setiap hari Jumat oleh sejumlah instansi pemerintahan, instansi vertikal, BUMN/BUMD dan pihak swasta di berbagai wilayah di Bali tersebut dilakukan sebagai upaya untuk memulihkan sektor ekonomi dengan mengatasi kendala pemasaran yang dihadapi petani, nelayan, perajin dan pelaku UMKM di tengah pandemi COVID-19.
Foto: ANTARA/Fikri Yusuf
Pedagang dan pembeli melakukan transaksi saat kegiatan Pasar Gotong Royong Krama Bali di kawasan Renon, Denpasar, Bali, Jumat (14/8/2020). Kegiatan yang diselenggarakan setiap hari Jumat oleh sejumlah instansi pemerintahan, instansi vertikal, BUMN/BUMD dan pihak swasta di berbagai wilayah di Bali tersebut dilakukan sebagai upaya untuk memulihkan sektor ekonomi dengan mengatasi kendala pemasaran yang dihadapi petani, nelayan, perajin dan pelaku UMKM di tengah pandemi COVID-19.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Direktur Pemasaran Ditjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP), Machmud menegaskan Kementerian Kelautan dan Perikanan terus aktif melakukan pembinaan, memfasilitasi, dan memberdayakan UMKM agar semakin tumbuh dan berdaya saing serta menjadi kebanggaan di negeri sendiri. Upaya ini dikemas melalui program Bangga Buatan Indonesia (BBI) dengan tagar #PasarLautIndonesia. 

Menurutnya, gerakan ini sekaligus mendorong UMKM untuk dapat meningkatkan inovasi dan teknik pemasaran produknya melalui pemasaran digital serta marketplace. "Kami mengharapkan agar UMKM sektor kelautan dan perikanan menjadi lebih unggul dan maju," ujar Machmud dalam siaran pers di Jakarta, Rabu (23/9).

Machmud mengatakan saat ini KKP telah menyeleksi lebih dari 1.300 UMKM yang memiliki produk unggulan untuk dipromosikan dan menjadi bagian dari program Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (BBI) melalui Website www.pasarlautindonesia.id. Kegiatan Pasar Laut Indonesia diawali dengan penjaringan UMKM yang dibagi menjadi 3 tiga kategori, yaitu UMKM Binaan, UMKM Bagus dan UMKM Unggulan. Hal ini dilakukan untuk memudahkan pembinaan dan pendampingan UMKM selanjutnya.  "Produk unggulan ini akan dipromosikan dengan beragam strategi pemasaran efektif melalui event dan media komunikasi konvensional maupun digital," katanya.

Kata Machmud, Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (BBI) merupakan program pemerintah untuk mendukung UMKM Indonesia dalam meningkatkan kompetensi dan kapasitas usahanya, serta mempromosikan penjualan produknya melalui e-commerce. Program ini diresmikan Presiden Joko Widodo pada 14 Mei 2020 dan didukung seluruh Kementerian/Lembaga serta pihak swasta guna mempertahankan roda perekonomian khususnya usaha UMKM agar tetap dapat berjalan di masa pandemi covid-19.

"Pandemi tidak menjadi penghalang UMKM untuk melakukan kreativitas, tapi justru mendorong UMKM untuk berinovasi, mendorong transformasi, menggali potensi diri dan menciptakan peluang-peluang usaha baru," kata Machmud.

Founder DigiPreneur.site Fatoni mengatakan Indonesia termasuk ke dalam lima besar negara pengguna sosial media tertinggi di dunia. Platform sosial media yang banyak digunakan ialah Facebook, Instagram, dan WhatsApp dengan masing-masing memiliki pengguna lebih dari 50 juta orang. Bahkan pengguna Facebook di Indonesia sudah mencapai 130 juta orang.

Fatoni melihat hal tersebut sebagai peluang dan salah satu kunci sukses membangun bisnis adalah menerapkan strategi promosi yang tepat. "Salah satunya adalah Sosial Media Marketing dengan memanfaatkan Facebook, Instagram, dan WhatsApp sebagai media promosi," ujar Fatoni. 

Head of Comercial TaniHub Group Dede Herdiansyah menyebut pemasaran digital merupakan peluang di tengah pandemi covid-19. Dia mengungkapkan industri pertanian termasuk perikanan dan e-commerce mendapatkan keuntungan karena saat ini pangan menjadi komoditas utama yang memang dibutuhkan masyarakat. 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement