Tuesday, 13 Jumadil Akhir 1442 / 26 January 2021

Tuesday, 13 Jumadil Akhir 1442 / 26 January 2021

Sri Mulyani: Omnibus Law Mampu Mengurangi Angka Kemiskinan

Kamis 30 Jan 2020 14:34 WIB

Rep: Novita Intan/ Red: Nidia Zuraya

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati

Foto: Antara/Hafidz Mubarak A
Sebanyak 115 juta orang penduduk Indonesia masih masuk kategori miskin.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA-- Bank Dunia mencatat jumlah masyarakat miskin di Indonesia mengalami pengurangan sejak 15 tahun terakhir. Jumlah ini mencapai 45 persen dari penduduk Indonesia atau sebanyak 115 juta orang.

Menurut Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati selama ini pemerintah Indonesia telah menyiapkan beberapa kebijakan untuk mengurangi angka kemiskinan, salah satunya Omnibus Law.

"Apakah Omnibus Law menjadi salah satu yang mendorong kelas menengah? Ya jelas iya karena tujuannya untuk menciptakan lapangan pekerjaan," ujarnya saat acara Aspiring Indonesia di Energy Building, Jakarta, Kamis (30/1).

Sri Mulyani mengakui selama ini Indonesia selalu terkendala masalah regulasi yang panjang dan berbelit. Padahal investasi mampu menciptakan lapangan pekerjaan bagi kelas menengah.

"Ya pada dasarnya yang disebut middle class adalah mereka yang bisa mendapatkan pekerjaan dengan gaji yang baik. Karena itu kita memikirkan bagaimana menciptakan lingkungan untuk mengembangkan lapangan pekerjaan," jelasnya.

Menurutnya saat ini draf RUU Omnibus Law sedang dimatangkan oleh pemerintah sebelum digodok bersama DPR. Namun belakangan sering menimbulkan polemik khususnya Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja.

Sri Mulyani menilai apa yang terjadi sebenarnya lantaran seluruh pihak membaca draf lama yang belum mengalami perubahan. Diharapkan seluruh pihak sabar menanti selesainya seluruh Omnibus Law yang berjumlah empat undang -undang.

"Nasakah yang beredar bukan naskah yang official. Kita belum sampaikan ke DPR," tutupnya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA