Wednesday, 24 Safar 1441 / 23 October 2019

Wednesday, 24 Safar 1441 / 23 October 2019

LEN Perbaiki Sistem Sinyal KRL Senilai Rp 1,3 Triliun

Selasa 25 Jun 2019 09:31 WIB

Red: Ani Nursalikah

Sejumlah calon penumpang menunggu keberangkatan KRL Commuter Line Bogor-Jakarta di Stasiun Besar Bogor, Jawa Barat, Ahad (9/6/2019).

Sejumlah calon penumpang menunggu keberangkatan KRL Commuter Line Bogor-Jakarta di Stasiun Besar Bogor, Jawa Barat, Ahad (9/6/2019).

Foto: Antara/Arif Firmansyah
Pembaruan sistem sinyal bisa meningkatkan kapasitas angkut KRL.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT LEN Industri akan memperbarui sistem persinyalan Kereta Rel Listrik (KRL) Bogor Line, Central Line, dan nantinya Loop Line dengan investasi senilai Rp 1,3 triliun.

"Kami ada tiga line, Loop Line fase 1, Bogor Line, dan Central Line. Kami lakukan revitalisasi menggunakan interlocking yang lebih baru, menggunakan automatic train yang baru," kata Manajer Penjualan dan Pemasaran PT LEN Industri Fachry Hasan, Senin (24/6).

Dia mengatakan dengan adanya pembaruan sistem persinyalan, maka kapasitas angkut akan bertambah karena waktu kedatangan (headway) KRL akan lebih singkat. "Meningkatkan kapasitas dari satu juta menjadi dua juta penumpang per hari, jadi ini nantinya lebih efisien," katanya.

Selain itu, Fachry juga mengatakan akan membuat Loop Line Skytrain Bandara Internasional Soekarno-Hatta yang tersambung dari Terminal 1, 2, 3, dan 4 jika sudah rampung. "Yang sedang dilakukan juga beberapa proyek dalam waktu dekat itu adalah ekspansi dari kereta layang nanti akan menjadi Loop Line pada 2020," katanya.

Saat ini, LEN sedang berkoordinasi dengan PT Angkasa Pura II untuk merealisasikan konsep tersebut. Konsep itu diperkirakan dimulai pada 2020 dan rampung pada 2024.

Nilai investasi untuk Loop Line Kereta Layang Bandara Internasional Soekarno-Hatta senilai Rp 1,3 triliun. "Dengan adanya Terminal 4 nanti, akan ada Loop Line dari Terminal 1, 2, 3, 4, dan pada 2024 itu sudah ultimate," katanya.

Baca Juga

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA