Sunday, 18 Zulqaidah 1440 / 21 July 2019

Sunday, 18 Zulqaidah 1440 / 21 July 2019

Tangkal Hoaks, TVRI Minta Tambahan Anggaran

Senin 17 Jun 2019 17:57 WIB

Rep: Imas Damayanti/ Red: Friska Yolanda

Direktur Utama TVRI Helmy Yahya (kanan, berkacamata) saat menerima opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), di Gedung TVRI, Senayan, Jakarta, Senin (17/6).

Direktur Utama TVRI Helmy Yahya (kanan, berkacamata) saat menerima opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), di Gedung TVRI, Senayan, Jakarta, Senin (17/6).

Foto: Republika/Imas Damayanti
TVRI terus berupaya memberikan peningkatan kualitas penyiaran.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktur Utama Lembaga Penyiaran Publik (LPP) TVRI Helmy Yahya mengatakan, sebagai lembaga publik yang imparsial, maka TVRI perlu mengambil peran sebagai penangkal hoaks. Untuk itu, dia meminta ada penguatan anggaran untuk dapat memberikan tayangan yang berkualitas dan diterima masyarakat.

Menurut Helmy, untuk dapat diterima dan ditonton oleh masyarakat, TVRI memerlukan adanya penguatan di bidang transmisi, anggaran, sumber daya manusia (SDM), hingga konten. Sehingga diharapkan nantinya, rating TVRI terus meningkat dan dapat menjadi alternatif utama bagi masyarakat dalam menggali informasi yang akurat.

Baca Juga

“Peran TVRI nantinya semacam konfirmator, kita bisa tangkal hoaks,” kata Helmy kepada Republika.co.id, Senin (17/6).

Dia menjelaskan, dengan adanya amanat Undang Undang yang menyebut TVRI sebagai lembaga imparsial, dia menegaskan bahwa hal tersebut tetap akan berjalan sebagaimana fungsinya. Sehingga jika terdapat penguatan anggaran serta keperluan lainnya terkait penyiaran, hal tersebut semata-mata demi kepentingan penyiaran publik.

Helmy membeberkan, untuk tahun ini anggaran yang diberikan kepada TVRI sebesar Rp 1,1 triliun. Jumlah tersebut, kata dia, akan ditambah lagi sebesar Rp 224 miliar pada tahun depan sehingga berjumlah sekitar Rp 1,3 triliun. Meski terdapat adanya kenaikan anggaran yang diterima, menurut dia, hal tersebut belum dapat mengakomodasi keperluan penyiaran yang lebih progresif.

“Jika dibandingkan dengan (televisi) swasta, anggaran operasional mereka setahun bisa sampai Rp 4 triliun. Padahal karyawan TVRI jauh lebih banyak dibanding swasta, ini yang jadi tantangan, untuk itu kalau bisa ditambah (anggarannya), itu bisa lebih baik lagi,” kata Helmy.

Kendati demikian dia menegaskan, TVRI akan terus berupaya memberikan peningkatan kualitas penyiaran dan dapat kembali diterima di tengah-tengah masyarakat. Hal itu, kata dia, ditandai dengan beberapa program sentral seperti Debat Calon Presiden serta tayangan olahraga yang dipercayakan ditayangkan di TVRI.

“Tapi kami bersyukur, sejak 2017 sampai 2018 kemarin, ada kenaikan rating TVRI sebesar dua kali lipat,” kata dia.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA