Thursday, 18 Safar 1441 / 17 October 2019

Thursday, 18 Safar 1441 / 17 October 2019

Freeport Jajaki Pinjaman Perbankan untuk Bangun Smelter

Rabu 12 Jun 2019 14:24 WIB

Rep: Intan Pratiwi/ Red: Nidia Zuraya

Ladang tambang terbuka yang dikelola PT Freeport Indonesia di Grasberg, Tembagapura, Timika, Papua.

Ladang tambang terbuka yang dikelola PT Freeport Indonesia di Grasberg, Tembagapura, Timika, Papua.

Foto: Antara
Sebanyak 15 bank dalam tahap penjajakan dengan Freeport

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Freeport Indonesia sedang menjajaki pembahasan dengan beberapa bank untuk membahas pinjaman yang nantinya akan digunakan perusahaan untuk membangun smelter. Direktur Utama Freeport Indonesia Tony Wenas menjelaskan, perusahaan sedang berbicara dengan para bank terkait pinjaman ini. 

Baca Juga

Tony menjelaskan, dari pembicaraan yang sudah dilakukan, banyak bank yang berminat. "Bank banyak yang minat. Mungkin ada 15 bank, ya, baik bank asing dan bank nasional," ujar Tony di Kementerian ESDM, Rabu (12/6).

Tony tak memerinci berapa besaran yang akan diajukan Freeport untuk pinjaman tersebut. Namun, kata Tony, total kebutuhan investasi pembangunan smelter sebesar 3 miliar dolar AS. 

"Berapa besarannya, itu juga masih dalam pembahasan, termasuk bunga dan besaran cicilannya juga tenor," ujar Tony.

Di satu sisi, progres pembangunan smelter di Gresik ini juga sudah mulai memasuki tahap pemadatan tanah dan peninggian tanah. Untuk konstruksinya, menurut Juru Bicara Freeport Indonesia Riza Pratama, baru akan dilakukan pada 2020 mendatang.

"Sekarang lagi peninggian tanah. Tapi, kalau konstruksi fisik, pertengahan tahun 2020 nanti," ujar Riza di lokasi yang sama.

Riza menjelaskan, meliihat jangka waktu tersebut, smelter yang akan berdiri di atas tanah seluas 100 hektare ini ditargetkan akan beroperasi pada akhir 2023.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA