Tuesday, 14 Sya'ban 1441 / 07 April 2020

Tuesday, 14 Sya'ban 1441 / 07 April 2020

Maskapai Asing Dinilai Tingkatkan Kompetisi Bagi Dunia Usaha

Kamis 06 Jun 2019 18:15 WIB

Rep: Intan Pratiwi/ Red: Friska Yolanda

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia Rosan Roeslani memberikan paparannya saat acara diskusi di Rumah Cemara, Jakarta, Senin (15/10).

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia Rosan Roeslani memberikan paparannya saat acara diskusi di Rumah Cemara, Jakarta, Senin (15/10).

Foto: Republika/Mahmud Muhyidin
Kehadiran maskapai asing akan diikuti oleh perbaikan kualitas oleh maskapai nasional.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Umum Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Rosan Roeslani menilai masuknya maskapai asing yang beroperasi di Indonesia akan menambah iklim kompetisi yang lebih positif. Adanya kompetisi yang sehat bisa membuat iklim usaha yang juga sehat.

Ditemui di rumahnya saat acara halalbihalal, Rosan menilai maskapai penerbangan domestik tidak perlu terlalu cemas akan rencana tersebut. Kompetisi yang timbul dengan kehadiran maskapai asing justru akan mendorong efisiensi di tubuh maskapai penerbangan.

"Enggaklah kalau jadi pasar kita terambil. Ini malah akan membuat kompetisi yang sehat," ujar Rosan, Kamis (6/6).

Rosan juga menilai kehadiran maskapai asing akan diikuti dengan perbaikan baik dari sisi strategi bisnis maupun pelayanan dari maskapai yang sudah ada di Indonesia. Perbaikan strategi bisnis perlu dilakukan jika maskapai tidak mau kalah bersaing.

"Ya harus lebih baik, harus update lebih baik, efisein, dan paling penting semua itu level of playing field-nya harus sama, begitu saja," ujar Rosan.

Dua maskapai besar nasional, Garuda Indonesia dan Lion Air, sudah memberikan yang terbaik pada sisi kualitas, baik armada maupun layanan. Dengan demikian, kompetisi seharusnya bukanlah hal yang perlu dicemaskan.

Selain itu, kata Rosan, masuknya maskapai asing bakal mendongkrak sektor pariwisata Indonesia. "Pemerintah kita dan sedang mendorong pariwisata, dan kita tahu, ke depan pendapatan terbesar Indonesia itu dari turisme," kata Rosan.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA