Monday, 21 Syawwal 1440 / 24 June 2019

Monday, 21 Syawwal 1440 / 24 June 2019

Konsumsi Avtur Bandara Adi Soemarmo Diprediksi Turun

Ahad 26 May 2019 04:30 WIB

Rep: Binti Sholikah/ Red: Friska Yolanda

Dua petugas melakukan proses bongkar

Dua petugas melakukan proses bongkar "bridger" avtur di Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU) Halim Perdanakusumah, Jakarta, Jumat (25/5).

Foto: Antara/Aprillio Akbar
Penurunan konsumsi avtur telah terjadi sejak beberapa bulan lalu sekitar 15 persen.

REPUBLIKA.CO.ID, BOYOLALI -- Konsumsi bahan bakar avtur di Bandara Adi Soemarmo Solo di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, diperkirakan mengalami peningkatan sekitar delapan persen pada arus mudik dan balik Lebaran 2019 dibandingkan bulan sebelumnya. Namun, jika dibandingkan dengan arus mudik dan balik Lebaran 2018, konsumsi avtur Lebaran 2019 di Bandara Adi Soemarmo diperkirakan mengalami penurunan sekitar tujuh persen.

General Manager Pertamina Marketing Operation Region (MOR) IV, Iin Febrian memperkirakan peningkatan konsumsi avtur di bandara yang terletak di wilayah kerja Pertamina MOR IV pada arus mudik dan balik Lebaran 2019 mengalami peningkatan enam persen dibandingkan konsumsi normal. 

Baca Juga

"Peningkatan tertinggi di Bandara Adi Somarmo di kisaran delapan persen," jelasnya kepada wartawan, Sabtu (25/5). 

Iin menyatakan, penurunan konsumsi avtur telah terjadi sejak beberapa bulan lalu sekitar 15 persen. Menurutnya, hal itu disebabkan oleh animo masyarakat yang luar biasa terhadap operasional jalan tol trans Jawa. Selain itu, juga berkaitan peningkatan harga tiket pesawat terbang rute domestik. 

"Jadi ada dampaknya. Ada imbas, tapi penurunan konsumsi avtur dan peningkatan konsumsi BBM di jalan tol tidak linier," ungkapnya. 

Iin menambahkan, besarnya animo masyarakat terhadap operasional jalan tol trans Jawa akan berdampak signifikan pada peningkatan konsumsi BBM di SPBU di rest area jalan tol. Tahun lalu, peningkatan konsumsi BBM di jalan tol mencapai empat kali lipat dibanding 2017.

"Tahun ini kami harus siapkan kapasitas yang sama, growth-nya mungkin antara dua sampai empat kali lipat," imbuhnya.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA