Rabu, 16 Syawwal 1440 / 19 Juni 2019

Rabu, 16 Syawwal 1440 / 19 Juni 2019

Mentan Pastikan Bulog Serap Cabai Petani

Sabtu 25 Mei 2019 15:36 WIB

Rep: Imas Damayanti/ Red: Nur Aini

Ilustrasi penjual cabai di pasar tradisional.

Ilustrasi penjual cabai di pasar tradisional.

Instruksi penyerapan cabai sudah ditindaklanjuti Bulog.

REPUBLIKA.CO.ID, BATOLA – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan, Perum Bulog sudah berkomitmen menyerap cabai hasil panen petani tahun ini. Menurut dia, komitmen tersebut merupakan sikap resmi yang akan dilaksanakan segera.

Amran menyebut, instruksi penyerapan cabai untuk Bulog sudah ditindaklanjuti. Berdasarkan keterangan Bulog, kata Amran, Bulog sudah mulai menyerap cabai petani dengan jumlah yang tak ditentukan target penyerapannya. Hanya saja dia menekankan, pihaknya meminta kepada seluruh pihak untuk dapat menyerap cabai petani tak kurang dari Rp 8.000 per kilogram (kg).

Baca Juga

“Semalam Dirut Bulog telepon saya, katanya mereka oke buat serap cabai dan memang sudah ada yang diserap. Jadi nggak masalah,” kata Amran kepada Republika.co.id, di Kabupaten Batola, Kalimantan Selatan, Sabtu (25/5).

Amran mengakui, saat ini harga pembelian cabai di tingkat petani masih ada yang menyentuh Rp 5.000 per kg, kendati demikian pihaknya menjamin realisasi penyerapan dengan sinergitas yang diupayakan pemerintah dengan melibatkan pemimpin daerah, Bulog, serta Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dapat meningkatkan pembelian hingga ke harga Rp 8.000 per kg.

Adapun terkait dengan mekanisme penyerapan dengan menunggu pembelian yang masuk terlebih dahulu oleh Bulog, Amran menyatakan, pihaknya percaya Bulog akan membantu petani dengan sebaik-baiknya dan tidak mengecewakan jerih payah panen raya yang sedang berlangsung.

“Nggak boleh ribet-ribet, langsung saja serap. Saya tahu Pak Buwas (Budi Waseso) orangnya baik,” kata dia.

Kepala Bidang Informasi dan Humas Perum Bulog Teguh Firmansyah mengatakan, Bulog telah membeli cabai panen petani berjumlah 1.700 kg yang berasal dari wilayah Jawa Tengah dan langsung dijual kembali ke pasar.

“Kita serap di panen raya Mei ini, Bulog sudah beli di harga Rp 18 ribu per kg,” kata Teguh.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA