Sunday, 7 Rajab 1444 / 29 January 2023

Nilai Ekspor dan Impor Turun pada April 2019

Rabu 15 May 2019 12:36 WIB

Rep: Adinda Pryanka/ Red: Nidia Zuraya

Ekspor-impor (ilustrasi)

Ekspor-impor (ilustrasi)

BPS mengklaim penurunan nilai ekspor pada April sudah menjadi pola setiap tahun.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, nilai ekspor dan impor pada April 2019 mengalami penurunan secara year on year (yoy) atau jika dibanding dengan April 2018. Sementara nilai ekspor turun 13,10 persen, nilai impor turun 6,58 persen.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, nilai ekspor pada April 2019 adalah 12,60 miliar dolar AS, sedangkan pada April 2018, nilainya mencapai 14,49 miliar dolar AS. Salah satu penyebabnya adalah penurunan ekspor migas secara yoy hingga 37,06 persen. "Dari 1,1 miliar dolar AS menjadi 741 juta dolar AS," ucapnya dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta, Selasa (15/5).

Baca Juga

Penurunan ekspor migas juga terjadi secara month to month (mtm) hingga 34,95 persen. Pada Maret 2019, nilai ekspor migas mencapai 1,14 miliar dolar AS.

Menurut Suhariyanto, penurunan ini disebabkan oleh menurunnya ekspor hasil minyak 9,55 persen menjadi 117,7 juta dolar AS dan ekspor gas 49,83 persen menjadi 466,6 juta dolar AS. Di sisi lain, ekspor minyak mentah naik 47,66 persen menjadi 177,6 juta dolar AS.

Suhariyanto menambahkan, penurunan nilai ekspor pada April sudah menjadi pola setiap tahun. Hampir pada April di setiap tahun mengalami penurunan, termasuk pada 2017 dan 2018.

Sementara itu, nilai impor pada April mencapai 15,10 miliar dolar AS atau turun dari April 2018 yang mencapai 16,16 miliar dolar AS. Suhariyanto menilai, penurunan ini menunjukkan, ada beberapa komoditas yang memang terkena pengendalian impor. "Sehingga, total nilai pada bulan ini lebih kecil dibanding dengan tahun lalu," ucapnya.

Secara m-to-m, nilai impor justru mengalami kenaikan 12,25 persen, dari 13,45 miliar dolar AS pada Maret 2019. Menurut Suhariyanto, pola tersebut juga terjadi pada tahun-tahun sebelumnya, di mana impor biasa mengalami peningkatan saat mendekati Lebaran.

Dari nilai impor 15,10 miliar dolar AS, sebanyak 2,3 miliar dolar AS di antaranya berasal dari impor migas. Angka tersebut mengalami penurunan 3,99 persen dibanding dengan periode yang sama pada tahun lalu, sedangkan naik 46,99 persen dibanding dengan Maret 2019.

Sisanya, 12,86 miliar dolar AS merupakan kontribusi dari impor non migas. Angka ini mengalami penurunan 7,02 persen secara yoy, tapi mengalami pertumbuhan 7,82 persen secara m-to-m.

Secara umum, BPS mencatat, neraca perdagangan April 2019 mengalami defisit sebesar 2,5 miliar dolar AS. Defisit tersebut berasal dari defisit neraca dagang migas 1,49 miliar dolar AS maupun non migas 1,0 miliar dolar AS.

Defisit juga terjadi pada neraca dagang akumulasi Januari hingga April 2019 dengan nilai 2,56 miliar dolar AS. Total tersebut didapatkan dari migas yang mengalami defisit 2,7 miliar dolar AS karena hasil minyak alami mengalami defisit lumayan dalam. "Sedangkan, non migas surplus 204,7 juta dolar AS," kata Suhariyanto.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA