Wednesday, 14 Zulqaidah 1440 / 17 July 2019

Wednesday, 14 Zulqaidah 1440 / 17 July 2019

Holding Perbankan Untungkan PNM Dapatkan Pendanaan

Selasa 23 Apr 2019 11:09 WIB

Rep: Novita Intan/ Red: Friska Yolanda

Ilustrasi UMKM

Ilustrasi UMKM

Foto: Antara/R. Rekotomo
Tahun lalu, PNM mencari sendiri pendanaan untuk modal kerja.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM menyebut terbentuknya holding perbankan akan memudahkan perseroan untuk mendapatkan pendanaan. Hal ini seiring dengan penyaluran bantuan kepada pelaku Usaha, Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).

Direktur Utama PNM Arief Mulyadi mengatakan tahun lalu perseroan harus mencari sendiri pendanaan untuk modal kerja sebesar Rp 15,3 triliun. Namun, jika holding perbankan terbentuk pada tahun depan maka pihaknya bisa terbantu.

“Kami akan memberi captive market bagi perbankan dengan adanya holding perbankan, akan lebih banyak dukungan bagi kami untuk pemberdayaan usaha mikro dan kecil melalui sinergi dalam holding," ujarnya kepada wartawan, Selasa (23/4).

Sementara Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan, Jasa Survei dan Konsultan Kementerian BUMN Gatot Trihargo menambahkan pihaknya tengah menyelesaikan revisi draf holding perbankan dari Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK). “Sudah kita revisi lagi tentang masukan dari KKSK Kemenkeu, OJK dan BI dan kita mau diskusi lagi dengan tim salah satunya KKSK,” ujarnya.

Gatot menjelaskan revisi tersebut mencakup pertimbangan efisiensi dari pembentukan holding perbankan. Menurutnya, revisi ini dibutuhkan agar rencana pembentukan menjadi lebih realistis dan tercapai quick win masing-masing pihak.

“Jadi holding pasti ada efisiensi dan kita bisa seperti yang kita lakukan bersama ATMLink, itu kan sudah efisiensi bagus,” ucapnya.

Kendati demikian, Gatot menyakini pihaknya tetap akan melanjutkan rencana pembentukan holding tersebut yang tuntas pada tahun ini. 

"Tahun ini Insya Allah (selesai)," katanya.

Menurutnya, Kementerian BUMN akan menata ulang holding baik yang berasal dari perbankan maupun nonbank. Empat bank tersebut adalah Bank Mandiri, BNI, BTN dan BRI. Adapun nonbank adalah PT Pemodalan Nasional Madani, Pegadaian, Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (BPUI) dan PT Jalin Pembayaran Nusantara (ATM Link).

Selain itu, kata Gatot, PT Fintek Karya Nusantara (Finarya) yang menjadi induk layanan pembayaran online atau payment gateway LinkAja juga bakal masuk dalam holding ini. "Finarya juga akan masuk (holding perbankan),” ucapnya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA