Tuesday, 23 Safar 1441 / 22 October 2019

Tuesday, 23 Safar 1441 / 22 October 2019

United Tractors Berencana Akuisisi Tambang Baru

Kamis 18 Apr 2019 10:08 WIB

Rep: Novita Intan/ Red: Dwi Murdaningsih

Tambang Emas, Ilustrasi

Tambang Emas, Ilustrasi

United Tractors fokus mengembangkan bisnis tambang mineral, terutama emas.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT United Tractors Tbk (UNTR) berencana mengakuisisi tambang mineral termasuk batu bara dan emas. Langkah ini sebagai strategi di tengah rendahnya harga batu bara.

Direktur United Tractors Iwan Hadiantoro mengatakan perusahaan tak mengalokasikan belanja modal (Capital Expenditure atau Capex) khusus untuk aksi korporasi ini. Pada tahun ini perusahaan menganggarkan Capex sebesar 700 juta dolar AS - 800 juta dolar AS.

“Tambang yang akan diakuisis itu tergantung. Kami kalau mau masuk sekalian besar. Dua tahun lalu kita masuk ke cooking coal, tahun lalu ke gold. Jadi antara gold dan cooking coal, kalau thermal coal yang kalori tinggi,” ujarnya kepada wartawan, Kamis (18/4).

Menurutnya saat ini perusahaan sedang dalam penjajakan dan uji tuntas atau dua diligence untuk beberapa tambang yang sudah dibidik.

“Kalau yang lagi due diligence kita belum bisa disclose,” ucapnya.

Sementara Direktur Utama United Tractors Franciscus Kesuma menambahkan rencana pengembangan bisnis ini sejalan dengan prediski perusahaan, di mana penjualan alat berat diperkirakaan turun menjadi 4.100 unit dibandingkan tahun sebelumnya 4.879 unit.

“Turunnya target penjualan tahun ini seiring dengan masih rendahnya harga jual batu bara, sehingga penambang cenderung menahan pembelian alat berat,” ujar dia.

Dia menambahkan saat ini perusahaan fokus mengembangkan bisnis tambang mineral, terutama emas. Hal ini menyusulnya penjualan alat berat yang mengalami tren lesu.

“Project lain fokus ke thermal coal hight quality, cooking coal dan mineral. Mineral memang baru emas,” ucapnya.

Kendati demikian, perusahaan menyakini penjualan yang rendah akan dikompensasi dari bisnis pemeliharaan alat berat, sehingga diprediski akan stagnan dibandingkan tahun lalu.

“Kami terbuka untuk akuisisi tambang yg sudah jadi dan kalau ada potensi green field terutama yang masih di sekitar cluster Asmin dan sekitarnya,” ungkapnya. (Novita Intan)

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA