Wednesday, 24 Safar 1441 / 23 October 2019

Wednesday, 24 Safar 1441 / 23 October 2019

Ini Isu Ekonomi yang Harus Dibahas di Debat Pilpres Terakhir

Sabtu 13 Apr 2019 15:43 WIB

Rep: Retno Wulandhari/ Red: Nidia Zuraya

Sejumlah petugas kepolisian memantau persiapan lokasi Debat Pilpres 2019 putaran kelima di Hotel Sultan, Jakarta, Jumat (12/4/2019).

Sejumlah petugas kepolisian memantau persiapan lokasi Debat Pilpres 2019 putaran kelima di Hotel Sultan, Jakarta, Jumat (12/4/2019).

Foto: Antara/Aditya Pradana Putra
Debat capres-cawapres putaran terakhir mengupas isu ekonomi dan kesejahteraan sosial

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Debat pamungkas Pilihan Presiden 2019 terakhir akan digelar malam ini, Sabtu (13/4). Salah satu tema yang akan diangkat dalam debat yaitu ekonomi dan kesejahteraan sosial.

Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede mencatat setidaknya ada dua isu terkait tema yang seharusnya dibahas oleh kedua pasangan calon (paslon) pada debat pamungkas ini.

Kedua isu tersebut yaitu masalah lapangan kerja dan pengelolaan harga pangan. Menurut Josua, permasalahan lapangan kerja dan harga pangan merupakan kebutuhan dasar yang menopang kehidupan seluruh masyarakat Indonesia.

"Menurut saya kedua topik tersebut penting mengingat kedua permasalahan tersebut sangat berkaitan dengan kehidupan sebagian besar masyarakat Indonesia khususnya bagi kelompok masyarakat berpenghasilan menengah dan rendah," ujar Josua kepada Republika, Sabtu (13/4).

Josua menambahkan, calon presiden dan wakil presiden sangat penting menawarkan kebijakan untuk mendorong kebijakan stabilisasi harga yang akan mempengaruhi daya beli masyarakat dan konsumsi masyarakat. Hal tersebut mengingat konsumsi domestik merupakan kontributor terbesar pada perekonomian Indonesia.

Selain itu, permasalahan penciptaan lapangan kerja perlu tekankan oleh masing-masing capres apalagi di tengah perkembangan kemajuan teknologi dan revolusi industri 4.0 yang dapat mengancam lapangan kerja di dalam negeri.

Oleh sebab itu, lanjutnya, kebijakan pendidikan vokasi dalam rangka mencetak tenaga kerja yang terampil dan siap terjun ke sektor industri pun perlu diperkuat, sehingga produktivitas dari tenaga kerja Indonesia dapat meningkat. Pada akhirnya, ini akan mendorong peningkatan pendapatan per kapita Indonesia kedepannya dan mendorong daya saing dari sektor industri dalam negeri.


Baca Juga

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA