Thursday, 18 Safar 1441 / 17 October 2019

Thursday, 18 Safar 1441 / 17 October 2019

JK Kritisi Perencanaan Lokasi Bandara Kertajati

Selasa 09 Apr 2019 18:16 WIB

Rep: Fauziah Mursid / Red: Ratna Puspita

Wakil Presiden Jusuf Kalla saat diwawancarai wartawan di Kantor Wapres, Jakarta, Selasa (9/4).

Wakil Presiden Jusuf Kalla saat diwawancarai wartawan di Kantor Wapres, Jakarta, Selasa (9/4).

Foto: Republika/Fauziah Mursid
JK menyoroti penelitian terkait letak Bandara Kertajati yang kurang strategis.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Presiden Jusuf Kalla mengkritisi perencanaan pembangunan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) atau Kertajati yang tidak terlalu bagus. JK pun menyoroti penelitian terkait letak Bandara Kertajati yang kurang strategis untuk daerah-daerah seperti Bandung.

Baca Juga

Menurut JK, lokasi bandara yang terlalu jauh menyebabkan Bandara Kertajati tidak terlalu diminati oleh masyarakat. Ia mengatakan lokasinya tidak pas dan tanggung bagi calon penumpang pesawat yang berasal dari Bandung dan Jakarta.

"Jadi kalau mau ke Bandung, lewat Kertajati musti naik mobil lagi sampai 100 kilometer. Jadi lebih baik langsung saja ke Bandung. Jadi agak ya, boleh dibilang perencanannya tidak terlalu bagus," ujar kata JK merespons pengoperasian Bandara Kertajati yang hingga saat ini masih sepi penumpang di Kantor Wapres, Jakarta, Selasa (9/4).

JK mengungkap pembangunan Bandara Kertajati memang inisiatif Pemerintah Provinsi Jawa Barat saat itu. Hal tersebut lantaran bandara eksisting yakni Bandara Husein Sastranegara sudah melebihi kapasitas dan tidak dapat diperpanjang.

Selain itu, pembangunan Bandara Kertajati juga diharapkan menjadi bandara internasional yang ada di Jawa Barat. Namun, perencanaan yang kurang matang membuat keberadaan Bandara Kertajati kurang diminati.

Karena itu, JK mengkritisi Pemerintah Pusat yang saat itu terlalu cepat dalam menyetujui perencanaan pembangunan Bandara Kertajati. "Bukan salah, tetapi lain kali jangan kita membuat lagi karena hanya ingin ada airport, karena letaknya tanggung, sekiranya hanya berada 20-30 km dari Bandung masih oke tapi ini kan hampir 100 kilometer," ujarnya.

Menurut JK, pemerintah juga tidak bisa memaksakan perusahaan maskapai penerbangan untuk masuk ke Bandara Kertajati. Hal ini karena minimnya penumpang akan membuat perusahaan maskapai rugi jika tetap membuka rute penerbangan.

"Siapa mau bayar kerugiannya, kecuali di sekitar Kertajati itu Indramayu, Subang, atau apa lagi sekitarnya, berkembang baru bisa. Sebenarnya sih bisa jadi sabar-sabar aja," ujar JK.

Namun, JK menilai opsi mengalihkan fungsi Bandara Kertajati juga sulit. Kecuali, kata JK, dialihfungsikan menjadi bandara militer. "Bisa saja bandara militer, bisa saja Halim dipindahkan ke situ, cuma saja, bandara militer tidak butuh terminal, nah terminalnya mahal," kata JK.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA